Kabarnusa24.com | JAKARTA — Raffi Ahmad menyampaikan permohonan maaf atas dugaan pelanggaran siaran Ramadhan usai ditegur oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Raffi Ahmad yang membintangi program Kuis Gaspol (Games Asyik Paling Nampol) di SCTV dan Berkah Ramadhan di TransTV terindikasi melakukan pelanggaran dalam bentuk kekerasan fisik dan verbal saat tayangan tersebut berlangsung.
Temuan itu merupakan hasil pemantauan tahap pertama, yaitu 10 hari pertama bulan Ramadhan, yang dilakukan oleh MUI bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Selama Ramadhan, MUI melakukan pemantauan siaran Ramadhan setiap harinya dengan tujuan turut menguatkan suasana kondusif bulan puasa.
“Saya mengapresiasi langkah MUI yang terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas siaran TV Ramadhan. Saya sudah komunikasi dengan Ketua MUI (Bidang Infokom) Bapak Kyai Masduki Baidlowi dan saya juga menyampaikan permohonan maaf pada beliau dan kepada MUI. Ini jadi pelajaran penting bagi saya. Ini bukan kesengajaan semata-mata karena refleks. Saya berkomitmen, Insya Allah untuk siaran ke depan akan lebih baik lagi,” kata Raffi Ahmad kepada Media, Senin (24/3/2025).
Raffi Ahmad yang juga Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ini mengaku akan segera menemui pimpinan MUI setelah lebaran. Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut rencananya di samping untuk silaturahim sekaligus juga untuk melakukan kerja sama dengan MUI Pusat dalam rangka pembinaan generasi muda. Terutama yang terkait dengan generasi muda Islam dalam mengoptimalkan kontribusi bagi pewujudan generasi emas yang memang menjadi tugas saya sebagai utusan Presiden.
“Setelah lebaran, kami selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni akan melakukan kerja sama dengan MUI dalam pembinaan generasi muda, khususnya generasi muda Islam dalam mengoptimalkan kontribusi bagi pewujudan generasi Emas,” sambung Rafi.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Infokom, KH Masduki Baidlowi, menyampaikan apresiasi atas tanggapan Raffi Ahmad atas responnya yang cepat untuk meminta maaf serta kesiapan dirinya untuk terus memperbaiki diri atas kejadian ini.
Kiai Masduki, sapaan akrabnya, menuturkan pengawasan siaran Ramadhan MUI bekerja sama dengan KPI ini sebagai upaya mewujudkan kebaikan bersama. “Tujuannya agar lembaga penyiaran dapat menyiarkan hal positif bagi publik, khususnya di bulan Ramadhan ini,” ungkapnya.
“Pengawasan MUI ini dalam upaya mewujudkan kebaikan bersama, agar lembaga penyiaran dapat menyiarkan hal positif bagi publik, terlebih di Ramadhan. Kami mengapresiasi atas inisiatif Raffi untuk terus memperbaiki diri,” kata Kiai Masduki. “Insya Allah kamu segera melakukan koordinasi dengan lembaga penyiaran. Agar semuanya berjalan lebih untuk penyiaran ke depan,”sambungnya lagi.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan tidak ada orang yang sempurna. Menurut dia, hal yang paling penting dilakukan adalah saling mengingatkan untuk kebaikan.
Prof Ni’am juga mengapresiasi komitmen dari Raffi Ahmad untuk melakukan perbaikan atas yang dilakukannya pada siaran Ramadhan.
“Tidak ada orang yang sempurna. Yang paling penting adalah saling mengingatkan untuk kebaikan. Jika salah, ada komitmen untuk terus memperbaiki. Karena itu saya mengapresiasi komitmen tersebut. Sosok Raffi bisa jadi teladan kebaikan, khususnya generasi muda,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah, Depok, Jawa Barat.
Prof Ni’am menyampaikan, bisa jadi, karena tayangan tersebut ditayangkan secara live (langsung), respons Raffi tersebut bersifat spontan.
“Itu bisa jadi spontan, karena live. Setiap orang tak mungkin lepas dari khilaf, kuncinya saling berkomitmen untuk terus berbenah,” ungkapnya.
Prof Ni’am menyampaikan, secara umum, bisa dilihat bagaimana sosok Raffi Ahmad yang bisa jadi teladan bagi anak muda.
Menurutnya, Raffi Ahmad merupakan sosok pekerja keras, gigih, hingga menjadi sukses di bidangnya. “Sosok tersebut mendorong talenta-talenta muda untuk berkreasi dan berkontribusi positif”, jelasnya.
“Kalau ada hal yang kurang, itu manusiawi sepanjang terus ada komitmen untuk berbenah menuju lebih baik. Saya yakin sosok Raffi Ahmad adalah orang baik dan bisa jadi teladan bagi generasi muda,” tutupnya. [MUI]