PAN Jatim Bidik 12 Kursi pada Pemilu 2029, Lumajang Jadi Target Pecah Telur
LUMAJANG, kabarnusa 24.Com— Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur menargetkan perolehan minimal 12 kursi pada Pemilu 2029. Di Kabupaten Lumajang, partai berlambang matahari putih itu memasang target menembus parlemen setelah belum berhasil menempatkan wakilnya di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Target tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur, Hulluq Agil, saat menghadiri agenda konsolidasi partai di Lumajang. PAN kini memfokuskan penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa untuk memperluas basis dukungan menjelang kontestasi politik mendatang.
“Jawa Timur, pemetaan kita ingin 12 kursi. Paling tidak 12 kursi,” kata Hulluq.
Ia menjelaskan, kepengurusan PAN di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Timur telah terbentuk. Tahap berikutnya adalah melantik pengurus DPC di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi.
Menurut Hulluq, sejumlah daerah yang menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan perolehan suara PAN antara lain Lamongan, Probolinggo, Blitar, Kediri, dan kawasan Madura. PAN juga berupaya mengembalikan kekuatan politiknya di Lumajang, Jember, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.
“Daerah-daerah ini yang terus kita dorong untuk menambah lumbung suara. Secara historis, PAN pernah memiliki kursi di sejumlah daerah tersebut, tetapi sekarang belum ada,” ujarnya.
/PAN Lumajang Targetkan Kursi di Tujuh Dapil
Sementara itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Lumajang, H.M. Abdul Adim, mengatakan pihaknya menyiapkan penguatan struktur partai hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS) untuk menghadapi Pemilu 2029.
Langkah tersebut menjadi salah satu agenda konsolidasi yang dibahas dalam rangkaian kegiatan PAN Lumajang. Menurut Abdul Adim, terdapat tiga agenda utama yang dilaksanakan, yakni apel Hari Santri Nasional, Rapat Kerja Daerah (Rakerda), serta pelantikan pengurus DPC PAN se-Kabupaten Lumajang.
Ia menjelaskan, pelantikan pengurus DPC dilakukan untuk memperkuat organisasi di 21 kecamatan. Setelah itu, pengurus diharapkan segera membentuk Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus menyiapkan relawan di setiap TPS.
“Harapannya, melalui pembentukan relawan di setiap TPS, pada 2029 Lumajang yang saat ini belum memiliki perwakilan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, bisa meraih kursi,” kata Abdul Adim.
Ia menyebut Lumajang memiliki tujuh daerah pemilihan (dapil) untuk pemilihan anggota DPRD kabupaten. PAN Lumajang berharap dapat meraih sedikitnya satu kursi di setiap dapil sebagai bagian dari upaya memperkuat keterwakilan politik.
“Kalau kita bisa mengamankan minimal satu kursi per dapil, itu sudah pecah telur. Dengan kekompakan pengurus DPC yang dilantik hari ini, insya Allah pada 2029 target tersebut bisa terwujud,” ujarnya.
Abdul Adim menegaskan, konsolidasi tidak boleh berhenti pada pelantikan dan penerbitan surat keputusan kepengurusan. Seluruh pengurus, mulai dari DPD, DPC, hingga DPRt, diharapkan aktif menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Menurut dia, jabatan dalam struktur partai merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Usung Kemandirian Ekonomi Lewat UMKM
Selain penguatan organisasi, PAN Lumajang juga mendorong kemandirian ekonomi partai melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Abdul Adim mengatakan, Rakerda PAN Lumajang menyepakati pentingnya membangun kemandirian ekonomi bagi pengurus di tingkat DPD, DPC, dan ranting. Salah satu peluang usaha yang dipertimbangkan adalah Rumah Pangan Kita (RPK) melalui kerja sama dengan Perum Bulog.
Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi pengurus partai sekaligus mendukung distribusi kebutuhan pangan masyarakat.
“Harapan kami, kawan-kawan di tingkat DPC dan DPRt memiliki kemandirian ekonomi dan usaha. Salah satunya melalui RPK dengan bekerja sama dengan Bulog. Jika ekonomi sudah mandiri, insya Allah kita akan lebih bersemangat,” kata Abdul Adim.
Sekretaris DPW PAN Jawa Timur, Hulluq Agil, menjelaskan bahwa pengembangan UMKM tersebut merupakan inisiatif masing-masing DPD dalam membangun model penguatan partai. Namun, kerja sama dengan Bulog tetap harus mengikuti persyaratan dan mekanisme yang berlaku.
Ia juga menyoroti isu ketahanan pangan, khususnya dukungan terhadap petani, buruh tani, dan nelayan. Menurut Hulluq, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
Ia menilai penataan regulasi pupuk telah membantu memperbaiki distribusi. Meski demikian, ia mengakui masih mungkin terjadi kendala di lapangan yang berkaitan dengan mekanisme penyaluran.
Terkait keluhan masyarakat mengenai kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), Hulluq menyebut persoalan tersebut perlu dicermati di tengah kondisi global yang tidak menentu. Ia belum dapat memastikan apakah kendala distribusi BBM yang dikeluhkan masyarakat disebabkan faktor pusat atau persoalan di daerah.
Perkuat Identitas Partai dengan Slogan Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Adim juga memperkenalkan penambahan slogan PAN di Lumajang. Jika secara umum PAN menggunakan slogan “Gerak Cepat Bantu Rakyat”, PAN Lumajang menambahkan ungkapan “Ojo Lali Moco Sholawat”.
Dengan demikian, slogan yang diusung menjadi “Gerak Cepat Bantu Rakyat, Ojo Lali Moco Sholawat”.
Abdul Adim mengatakan, penambahan tersebut berkaitan dengan keterlibatannya sebagai Ketua Umum Laskar Sholawat Nusantara. Ia menyebut slogan itu sebagai identitas lokal yang ingin dibawa dalam gerakan PAN di Lumajang.
Di sisi lain, Hulluq menyatakan optimistis terhadap upaya penguatan PAN di daerah. Ia berharap konsolidasi organisasi dan dukungan seluruh pengurus dapat memperluas penerimaan partai di tengah masyarakat.
Bagi PAN Lumajang, tantangan menjelang Pemilu 2029 bukan hanya membentuk struktur organisasi, melainkan juga membuktikan bahwa keberadaan partai dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Target meraih kursi legislatif akan sangat bergantung pada konsistensi kerja pengurus, kemampuan menyerap aspirasi, serta kekuatan dukungan pemilih di setiap dapil.(D.S)