JAKARTA,– Majelis Ulama Indonesia meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, menyusul insiden serangan kelompok Houthi ke Bandara Riyadh.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menekankan bahwa keselamatan WNI, mulai dari jamaah umrah, pekerja migran, hingga masyarakat Indonesia yang berdomisili di kawasan tersebut, harus menjadi prioritas utama pemerintah.
“Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami berharap agar terus memantau perkembangan situasi keamanan, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Langkah antisipatif perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia,” ujar Kiai Cholil Nafis, di kutip melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @cholilnafis, pada Senin (12/10/2026).
Selain menyoroti perlindungan WNI, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan tersebut.
Baca juga: Jelang 18 Oktober 2026, MUI Minta Konsumen tak Beli Produk Tanpa Sertifikat Halal
Kiai Cholil Nafis mengutuk keras aksi kekerasan yang menyasar fasilitas publik dan mengancam keselamatan sipil.
“Islam mengajarkan penghormatan terhadap jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban sipil. Karena itu, kami mengutuk setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat,” kata dia.
Kiai Cholil juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi.
Menurutnya, eskalasi konflik hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat serta berpotensi mengganggu aktivitas ibadah dan perekonomian di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: “Indonesia Bukan Negara Jajahan”, Babe Haikal Soroti Ketimpangan Perdagangan Halal
“Konflik yang terus meningkat hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat, mengganggu aktivitas ibadah, ekonomi dan kemanusiaan, serta berpotensi memperkuas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah,” kata dia menegaskan.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) mengumumkan serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid pada Ahad (11/10/2026).
Baca juga: Setelah Houghton Dibatalkan, MUI Kembali Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli Pro Israel
Insiden tersebut menyebabkan seorang warga negara Pakistan meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Tak hanya di Riyadh, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi pada Ahad (11/10/2026) juga mengumumkan adanya serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, sekitar 411 kilometer dari Riyadh. Pendataan kerusakan dan inspeksi keselamatan fasilitas bandara masih dilakukan.
(Red)






