Daerah

SMAN Tempeh Beri Ruang Atlet Berprestasi, Akademik Tetap Jadi Prioritas

24
×

SMAN Tempeh Beri Ruang Atlet Berprestasi, Akademik Tetap Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
SMAN Tempeh Beri Ruang Atlet Berprestasi, Akademik Tetap Jadi Prioritas

SMAN Tempeh Beri Ruang Atlet Berprestasi, Akademik Tetap Jadi Prioritas

LUMAJANG,jatim mandiri – SMAN Tempeh (SMATA), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan potensi siswa di bidang olahraga tanpa mengesampingkan pendidikan akademik. Sekolah memberikan ruang latihan, dispensasi pembelajaran, serta dukungan kegiatan ekstrakurikuler agar siswa mampu mengukir prestasi di berbagai kejuaraan, mulai dari ju-jitsu, pencak silat, catur, hingga atletik disabilitas.

 

Komitmen tersebut terlihat dari deretan prestasi yang diraih siswa SMAN Tempeh sepanjang September hingga Oktober 2026. Capaian itu menjadi bukti bahwa pengembangan bakat dan tanggung jawab sebagai pelajar dapat berjalan beriringan apabila didukung pembinaan yang terarah dan pengelolaan waktu yang baik.

 

Pembina OSIS SMAN Tempeh, Dimas Dwicahya Nandana, M.Pd., mengatakan sekolah memberikan kelonggaran kepada siswa yang mengikuti pembinaan olahraga di luar jam pembelajaran. Kebijakan tersebut ditujukan agar siswa tetap dapat menjalani program latihan dari pelatih sekaligus memenuhi kewajiban akademiknya.

 

Menurut Dimas, sekolah bersama tim kesiswaan berupaya memberikan dispensasi kepada siswa yang mengikuti pertandingan maupun perlombaan. Pemberian dispensasi dilakukan dengan tetap memperhatikan tanggung jawab siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

 

“Anak-anak tetap kami dorong untuk mengikuti pembelajaran di sekolah. Di sisi lain, mereka juga perlu mendapatkan kesempatan berlatih agar potensi dan keterampilan yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, sekolah tidak memberikan perlakuan khusus hanya kepada cabang olahraga tertentu. Setiap siswa yang memiliki potensi dan membutuhkan waktu latihan tambahan pada prinsipnya mendapatkan kesempatan yang sama, baik siswa kelas X maupun kelas XI.

 

Salah satu contoh dukungan tersebut diberikan kepada siswa yang mengikuti pembinaan olahraga kriket. Sebelum berlaga dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur, salah seorang siswa juga terpilih mengikuti program latihan yang diselenggarakan oleh PCI di Kabupaten Lumajang.

 

Bagi sekolah, dukungan terhadap atlet pelajar tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

 

Atlet Disabilitas Juga Mendapat Kesempatan Berprestasi

 

SMAN Tempeh juga memberikan ruang bagi siswa penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan olahraga. Salah satu siswanya dengan kategori *cerebral palsy* mengikuti pembinaan atletik pada nomor lari 100 meter dan 200 meter.

 

Dimas menjelaskan, program latihan siswa tersebut dilaksanakan di luar jam sekolah melalui pembinaan olahraga disabilitas. Program itu berkaitan dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), organisasi yang menaungi pembinaan olahraga bagi atlet penyandang disabilitas.

 

Menurut dia, kesempatan berprestasi harus terbuka bagi setiap siswa sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing. Kondisi disabilitas tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siswa untuk mengembangkan bakatnya.

 

“Kami tetap mengutamakan belajar. Namun, ketika anak memiliki keterampilan lebih, potensi itu harus dimanfaatkan secara maksimal. Mereka harus tetap bersekolah sekaligus berprestasi di luar kelas,” kata Dimas.

 

Untuk memastikan keseimbangan tersebut berjalan, sekolah turut memantau perkembangan akademik siswa, termasuk melalui evaluasi nilai sisipan. Hasil evaluasi menjadi salah satu cara untuk melihat apakah kegiatan latihan di luar sekolah berdampak terhadap proses pembelajaran.

 

Dimas mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan para siswa tetap berupaya menjalankan tanggung jawab akademik di tengah jadwal latihan yang mereka jalani.

 

“Pendidikan dan prestasi harus berjalan seimbang. Pembelajaran di sekolah juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk mendukung perkembangan mereka ke depan,” ujarnya.

 

Hampir 20 Ekstrakurikuler Jadi Wadah Pengembangan Bakat

 

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN Tempeh, Ahmad Afandi, S.Pd., M.Si., menyebut prestasi siswa merupakan kebanggaan sekaligus modal penting bagi sekolah untuk meningkatkan daya saing.

 

Ia menilai, potensi siswa yang beragam perlu diidentifikasi, dibina, dan dikembangkan agar menghasilkan capaian positif, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun kompetisi yang lebih luas.

 

“Alhamdulillah, ini merupakan kebanggaan bagi sekolah kami. Potensi-potensi yang dimiliki siswa harus benar-benar dimanfaatkan, digali, dan dikembangkan untuk meningkatkan prestasi sekolah agar mampu bersaing dengan sekolah lainnya,” kata Ahmad.

 

Untuk mendukung upaya tersebut, SMAN Tempeh menyediakan hampir 20 kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dimanfaatkan siswa sesuai minat dan bakatnya.

 

Sekolah juga mengatur jadwal kegiatan secara tertib agar aktivitas ekstrakurikuler tidak mengganggu pembelajaran. Adapun latihan intensif dapat diberikan menjelang pertandingan atau perlombaan dengan penyesuaian waktu yang diperlukan.

 

Menurut Ahmad, pengaturan waktu menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sekolah yang mendukung prestasi. Siswa perlu memperoleh kesempatan berlatih secara optimal, tetapi tetap memahami kewajibannya sebagai peserta didik.

 

Deretan Prestasi Siswa SMAN Tempeh

 

Dukungan sekolah tersebut sejalan dengan capaian para siswa dalam sejumlah kejuaraan. Pada Kejuaraan Ju-Jitsu PBJI Kabupaten Lumajang yang digelar pada 26 September 2026 di Aula SMAN 1 Tempeh, sejumlah siswa berhasil meraih podium.

 

Berikut daftar prestasi ju-jitsu berdasarkan data yang dihimpun:

 

1. **Damas Maulana**, kelas XI-9, juara I kategori *newaza*.

2. **Devin Dwi Firmansyah**, kelas XII-7, juara I kategori *newaza*.

3. **Putri Aura Rilmia Jannah**, kelas X-1, juara III kategori *fighting*.

4. **Nindya Wedari Murtono**, kelas X-1, juara III kategori *fighting*.

5. **M. Ridwan Rahmatullah**, kelas X-9, juara II kategori *fighting*.

6. **Darrel Dzaky F.N.A.**, kelas X-7, juara II kategori *fighting*.

7. **M. Aniq Khasbulloh**, kelas XII-7, juara II kategori *fighting*.

8. **Davin Okta Yaza**, kelas X-7, juara III kategori *fighting*.

 

Selain ju-jitsu, siswa SMAN Tempeh juga mencatatkan prestasi dalam berbagai cabang olahraga dan perlombaan sepanjang Oktober 2026.

 

Di cabang pencak silat, **Bagas Wahyuadi Firmansyah**, kelas X-9, meraih prestasi pada Kejurprov Pencak Silat kategori beregu serta juara II kategori beregu putra pada Bhirendra UNEJ Cup IV.

 

“Demyan Alvino”, kelas X-8, meraih prestasi di Kejurprov Pencak Silat kategori kelas remaja putra. Sementara itu, “M. Syafiudin”, kelas X-1, meraih juara I Kejurprov Pencak Silat kategori beregu putra dan juara II kategori beregu putra pada Bhirendra UNEJ Cup IV.

 

Prestasi pencak silat lainnya diraih “Abdullah Azam”, kelas X-9, yang berhasil meraih juara II Kejurprov Pencak Silat.

 

Di bidang olahraga lainnya, “Happy Naik Giban”, kelas XI-5, meraih juara I pada Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Lumajang cabang catur. “Aulia Fitria Ludana Zulk”, kelas XII-2, juga tercatat meraih juara II Piala Gubernur Jawa Timur.

 

Prestasi membanggakan turut ditorehkan “Muhammad Lintang Akbar”, kelas X-6, yang meraih juara II pada nomor lari 100 meter dan 200 meter kategori “cerebral palsy” dalam Pekan Olahraga yang disebutkan dalam data sekolah.

 

Di cabang olahraga lainnya, “Loveiandari Kurniawan**, kelas X-1, mencatatkan tiga capaian, yakni juara I tunggal taruna putri, juara I ganda remaja putri, dan juara II tunggal remaja putri.

 

Sementara itu, tim paskibra SMAN Tempeh atau “Paskamata” meraih juara III dalam lomba keterampilan baris-berbaris (LKBB) tingkat provinsi.

 

Prestasi sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter

 

Deretan capaian tersebut memperlihatkan bahwa prestasi siswa tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari dukungan lingkungan sekolah, pembinaan pelatih, kedisiplinan, serta kemampuan mengatur waktu.

 

SMAN Tempeh berupaya menjadikan kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan atlet sebagai bagian dari pengembangan karakter siswa. Melalui kesempatan berlatih dan mengikuti kompetisi, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berani mengembangkan kemampuan.

 

Di sisi lain, sekolah tetap menempatkan pendidikan akademik sebagai fondasi utama. Keseimbangan antara pembelajaran dan prestasi diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan maupun kompetisi pada masa mendatang.

 

Dengan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, SMAN Tempeh berharap semakin banyak siswa mampu mengembangkan potensinya dan mengharumkan nama sekolah serta Kabupaten Lumajang melalui berbagai bidang prestasi.

 

Catatan sebelum berita diterbitkan: Ada beberapa data yang sebaiknya dikonfirmasi agar akurat:

 

– Nama resmi lomba yang diikuti Muhammad Lintang Akbar; dalam bahan tertulis “Pekan Ora Olimpiade”.

– Ejaan nama atlet, termasuk Loveiandari Kurniawan, Aulia Fitria Ludana Zulk, dan Demyan Alvino, sesuai daftar resmi sekolah.

– Kategori juara Bagas Wahyuadi Firmansyah dan Demyan Alvino pada Kejurprov Pencak Silat.

– Nama resmi dan kategori lomba LKBB tingkat provinsi yang diikuti Paskamata.

– Tanggal serta tahun kompetisi pencak silat, catur, dan cabang lainnya pada Oktober 2026

( D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin