Indramayu, kabarnusa24.com
Di balik perayaan Hari Jadi Kabupaten Indramayu setiap tahunnya, tersimpan perjalanan sejarah panjang yang masih perlu ditelusuri dan dipahami secara mendalam.
Sejumlah pegiat dan pemerhati sejarah mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu agar segera menindaklanjuti hasil penelitian sejarah yang telah dilaksanakan pada 2023 dan 2024. Hasil kajian tersebut dinilai penting sebagai bahan untuk memperjelas landasan historis penetapan hari jadi daerah.
Dorongan itu mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Museum Bandar Cimanuk, Indramayu. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh pemerhati sejarah, di antaranya Urip Sucipto, Haris Solihin, Supali Kasim, Rusmanto, dan Nang Sadewo.
Urip Sucipto, yang pernah mengikuti Seminar Sejarah Indramayu pada 1976 sebagai peserta sekaligus pemakalah, mengungkapkan bahwa penetapan hari jadi pada masa itu lebih banyak didasarkan pada kesepakatan bersama.
Menurutnya, perjalanan sejarah Indramayu perlu terus dikaji dengan mengacu pada sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan agar pemahaman mengenai asal-usul dan perkembangan daerah semakin jelas.
Sementara itu, Supali Kasim menyampaikan bahwa penelitian sejarah yang dilakukan pada 2023 dan 2024 telah selesai. Namun, ia menyayangkan belum terlihatnya langkah konkret untuk membawa hasil penelitian tersebut ke tahap penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
Dalam diskusi tersebut, para pegiat sejarah menyoroti tiga aspek yang perlu dibedakan dalam menelusuri sejarah Indramayu, yakni usia peradaban lokal, kemunculan pertama nama Dermayu, serta terbentuknya struktur pemerintahan kabupaten.
Ketiga aspek tersebut memiliki konteks sejarah yang berbeda dan tidak selalu merujuk pada periode yang sama. Oleh karena itu, penelusuran sumber sejarah secara kritis diperlukan agar dasar penetapan hari jadi Indramayu dapat dijelaskan secara lebih terang, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai langkah lanjutan, para pegiat sejarah berencana melakukan pendekatan kepada Pemkab dan DPRD Kabupaten Indramayu untuk mendorong agar hasil penelitian tersebut segera dibahas dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Mereka berharap hasil kajian sejarah itu tidak berhenti sebagai dokumen penelitian, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan terkait hari jadi daerah.
Bagi para pegiat sejarah, hari jadi Indramayu bukan sekadar tanggal untuk diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, hari jadi merupakan bagian dari identitas, perjalanan sejarah, dan warisan budaya yang perlu dipahami serta diwariskan kepada generasi mendatang.