BisnisDaerahGaya HidupOpiniPendidikan

Praktisi HRD Dukung Tenaga Kerja Lokal Menjadi Prioritas Bekerja di Perusahaan

6
×

Praktisi HRD Dukung Tenaga Kerja Lokal Menjadi Prioritas Bekerja di Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Praktisi HRD Dukung Tenaga Kerja Lokal Menjadi Prioritas Bekerja di Perusahaan
Ketua Ikatan Praktisi HRD (IPHRD) Kabupaten Bekasi, RR Meilani Aseaningrum

Praktisi HRD Dukung Tenaga Kerja Lokal Menjadi Prioritas Bekerja di Perusahaan

Bekasi – JawaBarat || Kabarnusa24.Com

Ketua Ikatan Praktisi HRD (IPHRD) Kabupaten Bekasi, RR Meilani Aseaningrum mendukung program Pemkab Bekasi memprioritaskan tenaga kerja lokal. Namun, dengan syarat para calon tenaga kerja lokal memliki skill yang dibutuhkan perusahaan.

“Sejak awal kami dukung kebijakan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan terhadap keseriusan beliau untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal Bekasi, namun kami juga punya aturan siapapun calon pelamar harus mempunyai kemampuan skill yang sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Meilani pada Jumat (21/07/23).

Bahkan, IPHRD juga turut menginisiasi membantu mewujudkan program TKP3D Kabupaten Bekasi. Bahkan jauh sebelum pembentukan TKP3D, pihaknya bersama beberapa HR Manager sudah mengajar secara sukarela sebagai guru tamu industri kepada siswa SMA maupun SMK yang ada di Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA:  *Mayat Wanita Ditemukan Ditengah Kebun Singkong di Tulang Bawang, Polisi Lakukan Penyelidikan* Lampung - Sesosok jasad wanita ditemukan ditengah perkebunan singkong di Kabupaten Tulang Bawang. Polisi melakukan penyelidikan terkait temuan ini. Jasad tersebut diketahui bernama TS (27) warga Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan jasad tersebut ditemukan pagi tadi oleh pemilik kebun di Kampung Tri Darma Wira Jaya. "Pagi tadi warga menemukan sesosok wanita dalam keadaan meninggal dunia ditengah perkebunan singkong di Kampung Tri Darma. Kemudian langsung dilaporkan oleh pihak kepolisian setempat," kata Yuni dalam keterangannya, Minggu (1/6/2025). Yuni menjelaskan dari hasil pemeriksaan awal ditemukan adanya luka yang disebabkan oleh senjata tajam. "Saat dilakukan proses identifikasi oleh Tim Inafis Polres Tulang Bawang ditemukan adanya luka yang diduga disebabkan senjata tajam dibagian leher korban," tuturnya. Saat ini lanjutnya, jasad TS telah dievakuasi untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung guna proses autopsi. "Saat ini masih dalam perjalanan ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematian korban," tutup Yuni.(ris/arson)

Pelajaran yang diberikan yaitu soft skill seperti basic safety, attitude hingga membuat CV yang benar. Selain itu juga memberikan tips wawancara kepada para siswa yang akan berminat bekerja di perusahaan industri di Kabupaten Bekasi.

“Tidak hanya kepada siswa saja, tetapi kepada para gurunya juga kami memberikan edukasi yang sama dengan siswa, agar guru juga bisa selalu mengingatkan materi yang kami sampaikan,” katanya.

IPHRD Kabupaten Bekasi berharap dengan adanya program tersebut dapat mengurangi angka penangguran. Dengan program yang telah dilakukan juga diharapkan mampu menciptakan calon karyawan yang sudah terlatih soft skillnya dan mempunyai pemahaman yang baik mengenai dunia industri.

Tak hanya itu, Meilani juga mengungkapkan, jumlah lulusan SMK untuk memenuhi kuota kebutuhan industri. Sehingga pihaknya bekerja sama dengan pihak BLK dan SMK bisa memenuhi kuota penerimaan calon tenaga kerja.

“Jadi kurikulum pendidikan SMA atau SMK juga harusnya bisa disesuaikan untuk menyongsong kesiapan siswanya dalam dunia tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan industri saat ini,”  tandasnya.

 

Sumber : Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.

Penulis