SUMENEP –Kabarnusa24.com
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menghadirkan Program Pemeriksaan Kesehatan Bergerak (PKB) bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. Program yang dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep ini diterima dan difasilitasi oleh Puskesmas Gayam dan Puskesmas Nonggunong di Pulau Sapudi.
PKB bukanlah program baru. Kegiatan ini telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan secara konsisten dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Pada pelaksanaan tahun ini, layanan bedah dipusatkan di Puskesmas Nonggunong. Tindakan yang dilakukan meliputi dua kategori, yakni bedah mayor dan bedah minor. Pada hari pertama, tercatat sebanyak 10 warga menjalani bedah mayor, sedangkan 10 warga lainnya mendapatkan tindakan bedah minor.
Adapun layanan kesehatan spesialistik lainnya dipusatkan di Puskesmas Gayam, meliputi operasi mata, pelayanan THT, pemeriksaan dan konsultasi obgyn, layanan radiologi atau rontgen, serta sejumlah pelayanan kesehatan lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan tercatat 71 warga memanfaatkan layanan tersebut pada hari pertama pelaksanaan.
Secara keseluruhan, sebanyak 91 warga telah menerima pelayanan kesehatan pada hari pertama kegiatan PKB di Pulau Sapudi.
Kepala Puskesmas Gayam sekaligus PJ Puskesmas Nonggunong, Haji Incung Haryono, S.kep, Ns, mengatakan bahwa konsistensi pelaksanaan PKB menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap masyarakat kepulauan.
“Program ini bukan pertama kali dilaksanakan. Setiap tahun Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep terus menghadirkan pelayanan kesehatan bergerak ke wilayah kepulauan, termasuk Pulau Sapudi. Kami sangat bersyukur karena masyarakat dapat memperoleh pelayanan spesialistik tanpa harus pergi jauh ke daratan,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan.
“Antusiasme warga cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa akses pelayanan kesehatan seperti ini memang dinantikan masyarakat. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kegiatan, dr. Lisa, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKB tahun ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai bidang agar masyarakat memperoleh pelayanan yang komprehensif.
“Kami berupaya memberikan pelayanan yang maksimal melalui kolaborasi berbagai tenaga medis sesuai kompetensinya. Kehadiran program ini tidak hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini dan edukasi kesehatan bagi masyarakat,” katanya.
Salah seorang warga penerima manfaat mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Kami merasa sangat terbantu. Kalau harus berobat ke luar pulau tentu membutuhkan biaya dan waktu yang lebih banyak. Dengan adanya PKB di Sapudi, pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat dan mudah diakses,” ungkapnya.
Melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Bergerak yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep berharap pemerataan akses pelayanan kesehatan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat kepulauan.
Kehadiran program ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang berkualitas. (BM)
# DIKAH#







