Indramayu, kabarnusa24.com Kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg) atau yang dikenal sebagai gas melon mulai dirasakan para pedagang di kawasan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Selain sulit diperoleh, harga jual di tingkat pengecer dilaporkan melonjak hingga Rp25.000–Rp30.000 per tabung.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pelaku usaha mikro yang setiap hari bergantung pada LPG bersubsidi untuk menjalankan usahanya. Kenaikan harga yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dinilai semakin menekan biaya operasional dan mengurangi keuntungan mereka.
Sejumlah pedagang mengaku harus berkeliling ke beberapa pangkalan maupun pengecer untuk mendapatkan LPG 3 kg. Tidak sedikit yang akhirnya terpaksa membeli dengan harga lebih tinggi agar aktivitas usaha tetap berjalan.
Di sisi lain, muncul anggapan bahwa meningkatnya penggunaan LPG untuk kebutuhan pompa air irigasi di sektor pertanian tidak berdampak terhadap pasokan di wilayah perkotaan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal berbeda.
Sebagai salah satu pusat perdagangan di Indramayu, Jatibarang menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah sekitar untuk mencari LPG 3 kg ketika pasokan di wilayah mereka terbatas. Meningkatnya permintaan tersebut diduga ikut memengaruhi ketersediaan stok di kawasan Jatibarang.
Para pedagang berharap pemerintah bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran terhadap penyebab kelangkaan serta memastikan distribusi LPG 3 kg kembali normal agar masyarakat dan pelaku usaha kecil tidak terus terbebani oleh tingginya harga.







