DaerahKuliner

Dari Beijing ke desa Rancajawat Indramayu, Darni Sukses Sulap Gentong Jadi Dapur Ayam Asap

5
×

Dari Beijing ke desa Rancajawat Indramayu, Darni Sukses Sulap Gentong Jadi Dapur Ayam Asap

Sebarkan artikel ini
Dari Beijing ke desa Rancajawat Indramayu, Darni Sukses Sulap Gentong Jadi Dapur Ayam Asap

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, memiliki kuliner unik yang menawarkan cita rasa berbeda. Ayam, bebek hingga ikan diolah menggunakan teknik pengasapan dengan memanfaatkan gentong tanah.

Kuliner tersebut dikenal dengan nama Asap Gentong. Usaha ini dirintis oleh Darni, atau yang akrab disapa Mimi Ardi, yang mengaku mendapatkan inspirasi saat pernah bekerja di Beijing, Tiongkok.

Saat berada jauh dari kampung halaman, Darni kerap teringat dengan ayam asap yang pernah dinikmatinya. Kerinduan terhadap cita rasa tersebut kemudian mendorongnya untuk mencoba membuat olahan serupa setelah kembali ke Indonesia.

Namun, usaha itu tidak langsung membuahkan hasil. Darni harus berkali-kali melakukan eksperimen, mulai dari racikan bumbu hingga teknik memasak, sebelum akhirnya menemukan cita rasa yang sesuai.

Uniknya, penggunaan gentong sebagai alat pengasapan justru berawal dari ketidaksengajaan.

Darni melihat sebuah gentong yang tidak terpakai di rumah. Ia kemudian mencoba memanfaatkannya untuk mengasap daging. Dari percobaan tersebut, lahirlah metode memasak yang kemudian menjadi ciri khas produknya.

Sebelum diasap, daging terlebih dahulu dibumbui dan didiamkan sekitar satu jam agar bumbu meresap. Setelah itu, daging dimasukkan ke dalam gentong dan diasap menggunakan bara kayu yang dijaga tetap kecil selama kurang lebih satu jam.

Proses tersebut menghasilkan daging yang empuk dan juicy di bagian dalam, dengan aroma asap khas pada bagian luarnya.

Usaha Asap Gentong mulai dirintis sejak 2023 dan kini terus berkembang. Promosi melalui media sosial turut membantu memperluas pasar hingga mendatangkan pesanan dari berbagai wilayah.

Darni juga telah memiliki sejumlah reseller di wilayah Indramayu. Dari usaha rumahan tersebut, omzet yang diperolehnya kini disebut bisa mencapai sekitar Rp30 juta per bulan.

Kisah Darni menunjukkan bahwa sebuah usaha kreatif tidak selalu harus bermula dari rencana besar maupun modal yang besar. Terkadang, sebuah ide dapat lahir dari pengalaman, rasa rindu terhadap makanan yang pernah dinikmati, kegemaran memasak, hingga sebuah gentong yang sebelumnya hanya menganggur di rumah.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin