Indramayu, kabarnusa24.com
Sebanyak 80 hektare lahan persawahan di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, mengalami puso pada musim tanam gadu 2026 akibat kekurangan pasokan air.
Di tengah ancaman kekeringan tersebut, sekitar 427 hektare lahan sawah lainnya berhasil diselamatkan berkat Program Irigasi Pompa (IRPOM) dari Kementerian Pertanian yang didukung penyediaan jaringan listrik oleh PT Pertamina EP Region 2 Jawa Zona 7.
Kepala Desa Jatimunggul, Raup, mengatakan sekitar 20 persen lahan pertanian di wilayahnya tidak dapat diselamatkan karena lokasinya jauh dari sumber air.
“Total lahan yang ditanami pada musim tanam gadu tahun ini mencapai 427 hektare. Namun, sekitar 20 persen mengalami puso karena tidak terjangkau sumber air,” ujar Raup, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, sumber air utama berupa Kali Perak telah mengering. Sementara itu, pemanfaatan Sungai Cipanas memerlukan biaya yang cukup besar untuk pemasangan pipa dan mesin pompa, sehingga tidak semua petani mampu menjangkaunya.
Menurut Raup, bantuan irigasi pompa dari Kementerian Pertanian yang didukung pemasangan gardu listrik oleh PT Pertamina EP Region 2 Jawa Zona 7 menjadi penyelamat bagi sebagian besar lahan pertanian di desanya.
“Sebelum ada bantuan ini, banyak lahan dibiarkan mengering. Saat musim tanam gadu, petani kesulitan mendapatkan air sehingga sebagian beralih menjadi buruh serabutan, seperti buruh pembuat nata de coco dan pekerjaan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Camat Terisi, Boy Billy Prima, mengatakan sekitar 80 persen wilayah Kecamatan Terisi merupakan kawasan pertanian produktif. Sejumlah desa masih mengandalkan lahan tadah hujan yang sangat membutuhkan dukungan irigasi saat musim kemarau.
“Program bantuan irigasi pompa dari Kementerian Pertanian serta dukungan jaringan listrik dari Pertamina menjadi harapan baru bagi petani untuk mempertahankan produktivitas pertanian di tengah musim kemarau,” ujarnya.
Head of Communication, Relations & CID PT Pertamina EP Region 2 Jawa Zona 7, Wazirul Luthfi, menjelaskan bantuan penyediaan jaringan listrik bagi petani di Desa Jatimunggul merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat di wilayah operasional atau ring 1.
Menurutnya, kolaborasi antara PT Pertamina EP Region 2 Jawa Zona 7 Jatibarang Field dengan Kementerian Pertanian menjadi bentuk nyata dukungan terhadap petani dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Desa Jatimunggul.







