Nasional

Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi

7
×

Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi

Sebarkan artikel ini
Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi
Foto : Dok.Ist/Kementerian LH

PADANG, KABARNUSA24.COM
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat langkah nyata pemulihan lingkungan dengan menggaungkan Gerakan Tobat Ekologis dan inisiatif penanaman dua miliar pohon.

Langkah kolaboratif ini diwujudkan oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, bersama pemerintah daerah, sektor swasta, dan institusi pendidikan melalui aksi penanaman pohon di kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Padang Pariaman, guna membangun kesadaran ekologis generasi muda sekaligus merehabilitasi alam yang rusak.

Menteri Jumhur menegaskan, bahwa Gerakan Tobat Ekologis merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Gerakan ini mengajak publik untuk menyadari kesalahan masa lalu dalam mengeksploitasi alam, berkomitmen untuk tidak mengulangi kerusakan, dan mulai melakukan tindakan perbaikan secara nyata.

“Yang punya kuasa, gunakan kekuasaannya. Yang punya intelektualitas, gunakan intelektualitasnya. Yang punya pengaruh, gunakan pengaruhnya,” tegas Menteri Jumhur.

Menurut Menteri Jumhur, KLH/BPLH memosisikan pemulihan lingkungan sebagai tanggung jawab lintas sektor yang menuntut partisipasi aktif setiap individu dan kelompok. Mulai dari langkah sederhana seperti menjaga kebersihan sungai, mengelola sampah harian, hingga penanaman pohon secara masif.


Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi
Foto : Dok.Ist/Kementerian LH

Tak hanya itu, KLH/BPLH juga tengah menyiapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan sampah dari sektor industri.
“Intinya, saya berterima kasih atas upaya pemulihan lingkungan. Dalam kaitannya dengan tobat lingkungan, gerakan ini dapat dilakukan di mana saja, misalnya dengan membersihkan sungai. Sebentar lagi kita juga akan menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), di mana para produsen yang menghasilkan kemasan plastik, termasuk untuk produk makanan dan sejenisnya, telah menyatakan kesiapan untuk turut membantu mengurangi sampah dengan mengalokasikan dana tertentu,” ujar Menteri Jumhur.

Sebagai bukti nyata kolaborasi antarpihak, agenda pemulihan lingkungan ini diwarnai dengan penyerahan berbagai bantuan bibit. KLH/BPLH menyerahkan 15 kilogram benih Ketapang Kencana, disusul oleh dukungan dunia usaha yakni PT Semen Padang yang memberikan 3.300 bibit mangrove, serta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat yang mendonasikan bibit tanaman buah-buahan.

Apresiasi juga diberikan kepada Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun konsep Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC). Kampus maritim ini sukses menghadirkan inovasi sirkular ekonomi, seperti fasilitas pengelolaan minyak jelantah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot.

Langkah KLH/BPLH dan inovasi kampus ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berharap sinergi ini dapat menjadi role model bagi daerah lain.

BACA JUGA:  *Berikan Ceramah Pembekalan kepada Pasis Dikreg LII Sesko TNI, Menteri AHY: Siapkan Tata Ruang Wilayah Pertahanan yang Kredibel dan Adaptif* Bandung - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan ceramah pembekalan kepada Pasis Dikreg LII Sesko TNI, di Gedung Graha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, Jumat (06/09/2024). Dalam kesempatan ini, ia berbicara mengenai pertanahan dan pertahanan negara, khususnya terkait tata ruang wilayah pertanahan untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan negara. "Ini menjadi momen Kementerian ATR/BPN dan tentunya TNI termasuk Polri agar ke depan tugas-tugas yang dijalankan juga semakin relevan, menyiapkan tata ruang wilayah pertahanan yang semakin kredibel dan juga adaptif terhadap lingkungan strategis dan berbagai tantangan yang ada di sekelilingnya. Ini benar-benar bisa menghadirkan _blueprint_ yang semakin baik ke depan," kata Menteri AHY. Dengan penataan ruang wilayah pertanahan yang baik, Menteri AHY mengatakan Indonesia akan tetap berdaulat, tidak ada kekayaan alam yang dicuri oleh negara lain. Selain itu, juga dapat mencegah terjadinya sengketa dan konflik pertanahan. "Saya menyampaikan agar TNI, Polri, dan semua stakeholders menjaga aset yang dimiliki jangan sampai kemudian juga menjadi bagian dari sengketa dan konflik (pertanahan, red) tersebut," ujarnya. Tidak hanya mencegah sengketa konflik pertanahan, jika tanah dan ruang diatur dengan baik, menurut Menteri AHY dapat mewujudkan berbagai kebutuhan negara termasuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Pada akhirnya jika tanah diatur dengan baik, tata ruang kita gelar dengan proporsional untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, termasuk menjaga lingkungan hidup dan menjaga keberlanjutan alam, ke depan insyaallah Indonesia akan semakin maju, progresif, semakin sejahtera juga," terangnya. Ia berharap, Kementerian ATR/BPN dapat terus bersinergi dengan TNI dan Polri. "Senang bisa merajut kebersamaan dan saya sangat optimis karena saya bisa merasakan energi yang sangat positif. Sama-sama kita bersinergi, berkolaborasi saya di jalur yang berbeda tetapi tujuan kita sama untuk Indonesia, untuk negara yang kita cintai," ucap Menteri AHY. Komandan Sesko TNI, Marsekal Madya TNI Arief Widianto S.A.B, M.Tr (Han) pada kesempatan ini menyampaikan tujuan daripada pembekalan yang telah diberikan oleh Menteri ATR/Kepala BPN. Pembekalan ini demi memberikan pemahaman strategis untuk pengelolaan tanah dan tata ruang wilayah dalam mendukung operasi militer dan pertahanan nasional. "Hal ini tentunya demi para pasis mendapatkan pemahaman secara komprehensif tentang bagaimana mengelola pertanahan yang menjadi tanggung jawab nanti dan juga tata ruang wilayah yang seharusnya selalu sinergi dan strategis sesuai dengan tata ruang wilayah nasional maupun daerah. Karena, hal ini sangat penting bagi pertahanan nasional," pungkas Marsekal Madya TNI Arief Widianto S.A.B, M.Tr (Han). Ceramah pembekalan kali ini diikuti oleh 187 peserta yang terdiri dari 74 dari Pasis Angkatan Darat, 50 dari Pasis Angkatan Laut, 38 dari Pasis Angkatan Udara, 19 dari Polri, serta 6 Pasis yang berasal dari mancanegara, yakni Australia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, India, dan Arab Saudi. Hadir dalam kesempatan yang sama, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ATR/BPN. (LS/PHAL) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id

“Kami telah menetapkan kebijakan agar kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah-sekolah tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing. Apa yang diterapkan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat dikelola menjadi berkah melalui budidaya maggot, pengolahan kompos, dan berbagai inovasi lainnya. Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat,” tutur Mahyeldi Ansharullah.

KLH/BPLH optimis melalui pendekatan berbasis Gerakan Tobat Ekologis dapat mengubah paradigma masyarakat; bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan refleksi penebusan kesalahan umat manusia terhadap alam.

Esensi pertobatan ini menuntut kesadaran kolektif untuk menyesali kerusakan yang telah diperbuat, menghentikan kebiasaan eksploitatif, dan berbalik merawat bumi sepenuh hati.

Target penanaman dua miliar pohon merupakan wujud nyata dari aksi pertobatan tersebut, sebuah ikhtiar pemulihan yang diharapkan mampu memperbaiki ekosistem yang rusak, memperkuat ketahanan iklim nasional, dan mewariskan bumi yang kembali seimbang dan lestari bagi generasi mendatang.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin