Nasional

Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi

3
×

Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi

Sebarkan artikel ini
Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi
Foto : Dok.Ist/Kementerian LH

PADANG, KABARNUSA24.COM
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat langkah nyata pemulihan lingkungan dengan menggaungkan Gerakan Tobat Ekologis dan inisiatif penanaman dua miliar pohon.

Langkah kolaboratif ini diwujudkan oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, bersama pemerintah daerah, sektor swasta, dan institusi pendidikan melalui aksi penanaman pohon di kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Padang Pariaman, guna membangun kesadaran ekologis generasi muda sekaligus merehabilitasi alam yang rusak.

Menteri Jumhur menegaskan, bahwa Gerakan Tobat Ekologis merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Gerakan ini mengajak publik untuk menyadari kesalahan masa lalu dalam mengeksploitasi alam, berkomitmen untuk tidak mengulangi kerusakan, dan mulai melakukan tindakan perbaikan secara nyata.

“Yang punya kuasa, gunakan kekuasaannya. Yang punya intelektualitas, gunakan intelektualitasnya. Yang punya pengaruh, gunakan pengaruhnya,” tegas Menteri Jumhur.

Menurut Menteri Jumhur, KLH/BPLH memosisikan pemulihan lingkungan sebagai tanggung jawab lintas sektor yang menuntut partisipasi aktif setiap individu dan kelompok. Mulai dari langkah sederhana seperti menjaga kebersihan sungai, mengelola sampah harian, hingga penanaman pohon secara masif.


Menteri LH Jumhur kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi
Foto : Dok.Ist/Kementerian LH

Tak hanya itu, KLH/BPLH juga tengah menyiapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan sampah dari sektor industri.
“Intinya, saya berterima kasih atas upaya pemulihan lingkungan. Dalam kaitannya dengan tobat lingkungan, gerakan ini dapat dilakukan di mana saja, misalnya dengan membersihkan sungai. Sebentar lagi kita juga akan menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), di mana para produsen yang menghasilkan kemasan plastik, termasuk untuk produk makanan dan sejenisnya, telah menyatakan kesiapan untuk turut membantu mengurangi sampah dengan mengalokasikan dana tertentu,” ujar Menteri Jumhur.

Sebagai bukti nyata kolaborasi antarpihak, agenda pemulihan lingkungan ini diwarnai dengan penyerahan berbagai bantuan bibit. KLH/BPLH menyerahkan 15 kilogram benih Ketapang Kencana, disusul oleh dukungan dunia usaha yakni PT Semen Padang yang memberikan 3.300 bibit mangrove, serta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat yang mendonasikan bibit tanaman buah-buahan.

Apresiasi juga diberikan kepada Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun konsep Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC). Kampus maritim ini sukses menghadirkan inovasi sirkular ekonomi, seperti fasilitas pengelolaan minyak jelantah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot.

Langkah KLH/BPLH dan inovasi kampus ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berharap sinergi ini dapat menjadi role model bagi daerah lain.

“Kami telah menetapkan kebijakan agar kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah-sekolah tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing. Apa yang diterapkan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat dikelola menjadi berkah melalui budidaya maggot, pengolahan kompos, dan berbagai inovasi lainnya. Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat,” tutur Mahyeldi Ansharullah.

KLH/BPLH optimis melalui pendekatan berbasis Gerakan Tobat Ekologis dapat mengubah paradigma masyarakat; bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan refleksi penebusan kesalahan umat manusia terhadap alam.

Esensi pertobatan ini menuntut kesadaran kolektif untuk menyesali kerusakan yang telah diperbuat, menghentikan kebiasaan eksploitatif, dan berbalik merawat bumi sepenuh hati.

Target penanaman dua miliar pohon merupakan wujud nyata dari aksi pertobatan tersebut, sebuah ikhtiar pemulihan yang diharapkan mampu memperbaiki ekosistem yang rusak, memperkuat ketahanan iklim nasional, dan mewariskan bumi yang kembali seimbang dan lestari bagi generasi mendatang.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin