DaerahKetahanan Pangan

Petani desa Sukaslamet Bangun Jembatan Cilalanang Secara Swadaya untuk Akses Lahan Pertanian

1
×

Petani desa Sukaslamet Bangun Jembatan Cilalanang Secara Swadaya untuk Akses Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Petani desa Sukaslamet Bangun Jembatan Cilalanang Secara Swadaya untuk Akses Lahan Pertanian

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Sejumlah petani di Desa Sukaslamet, khususnya di kawasan Alas Cikoneng, bergotong royong membangun kembali Jembatan Cilalanang secara swadaya.

Pembangunan jembatan semi permanen tersebut dilakukan sebagai upaya memperbaiki akses menuju area pertanian yang selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas para petani.

Sebelumnya, Jembatan Cilalanang kerap mengalami kerusakan bahkan hanyut ketika musim hujan, terutama saat debit air sungai meningkat dan terjadi luapan. Kondisi tersebut cukup menghambat mobilitas petani, termasuk dalam mengangkut sarana produksi maupun hasil pertanian.

Melihat kondisi tersebut, para petani berinisiatif membangun kembali jembatan secara mandiri dengan mengandalkan semangat gotong royong serta dana yang dihimpun melalui swadaya.

Ketua pembangunan Jembatan Cilalanang, Ridan, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian para petani terhadap keberlangsungan akses menuju lahan pertanian.

“Pembangunan jembatan ini dilakukan karena jembatan sering hanyut saat musim hujan atau ketika sungai meluap. Oleh karena itu, para petani secara sukarela membangun kembali jembatan semi permanen ini dengan anggaran yang berasal dari swadaya para petani,” ujar Ridan.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan karena menjadi salah satu akses penting bagi petani menuju area persawahan.

Pembangunan Jembatan Cilalanang secara swadaya sekaligus menjadi bentuk nyata semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pendukung pertanian.

Para petani berharap jembatan tersebut dapat memberikan akses yang lebih mudah dan membantu kelancaran aktivitas pertanian, terutama saat memasuki musim hujan ketika kondisi debit air sungai meningkat.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin