Daerah

Disnaker Lumajang Bekali 20 Peserta Keterampilan Bikin Roti dan Kue, Dorong Kemandirian Ekonomi

3
×

Disnaker Lumajang Bekali 20 Peserta Keterampilan Bikin Roti dan Kue, Dorong Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Disnaker Lumajang Bekali 20 Peserta Keterampilan Bikin Roti dan Kue, Dorong Kemandirian Ekonomi

Disnaker Lumajang Bekali 20 Peserta Keterampilan Bikin Roti dan Kue, Dorong Kemandirian Ekonomi

LUMAJANG,kabarnusa24.com – Keterampilan kerja menjadi salah satu modal penting untuk membuka peluang ekonomi baru. Hal itu yang didorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang melalui “Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue Berbasis Unit Kompetensi” yang diikuti 20 peserta.

 

Pelatihan tersebut berlangsung mulai “28 September hingga 17 Oktober 2026” melalui program pelatihan kerja. Peserta mendapatkan pembekalan keterampilan di bidang pembuatan roti dan kue yang diharapkan dapat diterapkan setelah pelatihan berakhir.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subhan, mengatakan pelatihan kerja tidak semata-mata diarahkan untuk memberikan keterampilan teknis kepada peserta. Lebih dari itu, kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha.

 

Menurut Subhan, penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan yang dapat langsung diterapkan secara produktif.

 

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Kompetensi ini harus bisa dimanfaatkan untuk bekerja, mengembangkan usaha, maupun menciptakan peluang ekonomi secara mandiri,” kata Subhan.

 

Ia menilai bidang pembuatan roti dan kue memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi usaha produktif. Peserta dapat memanfaatkan keterampilan tersebut untuk memulai usaha dari skala rumah tangga hingga mengembangkan produk yang memiliki pasar lebih luas.

 

Karena itu, peserta didorong tidak hanya memahami proses pembuatan roti dan kue, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

 

Pelatihan berbasis unit kompetensi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peserta sekaligus memperluas kesempatan kerja di Kabupaten Lumajang.

 

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan mampu menjadi tenaga kerja yang lebih siap maupun pelaku usaha baru yang dapat menciptakan sumber pendapatan secara mandiri.

 

Bagi Disnaker Lumajang, pelatihan kerja menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menjembatani keterampilan masyarakat dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha yang tersedia.( D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin