Berita

Harlah IKSASS ke-38 Rayon Sapudi, Ketua Rayon Ust.Mursudi Tekankan Pentingnya Merawat Mahabbah dan Sanad Perjuangan

4
×

Harlah IKSASS ke-38 Rayon Sapudi, Ketua Rayon Ust.Mursudi Tekankan Pentingnya Merawat Mahabbah dan Sanad Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Harlah IKSASS ke-38 Rayon Sapudi, Ketua Rayon Ust.Mursudi Tekankan Pentingnya Merawat Mahabbah dan Sanad Perjuangan

SUMENEP, Kabarnusa24.Com — Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Sapudi, Kabupaten Sumenep, menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) IKSASS ke-38 di Kantor Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Mahabbah, Menjaga Sanad Perjuangan”. Peringatan Harlah menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antara alumni, santri, pesantren dan masyarakat.

Sejumlah alumni, wali santri serta undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula KH. Abdul Karim, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Zainur Ridho, Kecamatan Nonggunong, yang memberikan penguatan kepada para alumni dan keluarga besar IKSASS Rayon Sapudi.

Ketua Rayon IKSASS Sapudi, Ust. Mursidi Nur, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menjadikan momentum Harlah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai ruang untuk kembali menguatkan kecintaan kepada pesantren dan menjaga hubungan antarsesama alumni.

Menurutnya, semangat mahabbah harus terus dirawat agar ikatan antara alumni dengan almamater tetap kuat.

Demikian pula sanad perjuangan KHR.Ach.Fawaid As’ad Sayamsul Arifin yang diwariskan kepada para santri dan alumni perlu dijaga dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

“Merawat mahabbah berarti menjaga kecintaan kepada pesantren, guru dan sesama alumni. Sementara menjaga sanad perjuangan merupakan ikhtiar agar nilai-nilai yang telah diwariskan para masyayikh tetap hidup dan diteruskan oleh generasi selanjutnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Ust. Mursidi juga mengajak seluruh keluarga besar IKSASS Rayon Sapudi untuk menjadikan organisasi alumni sebagai wadah silaturahmi, pengabdian dan perjuangan bersama.

KH. Abdul Karim: Alumni Harus Tetap Terhubung dengan Pesantren.

Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa hubungan seorang santri dengan pesantren dan guru tidak berhenti ketika seseorang telah menyelesaikan masa belajarnya.

Ikatan tersebut diharapkan tetap terjaga melalui silaturahmi, pengabdian dan keberlanjutan nilai-nilai pendidikan pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran para alumni dalam kegiatan Harlah IKSASS ke-38 juga menjadi bagian dari upaya menjaga mata rantai perjuangan pesantren.

Terlebih, IKSASS sejak awal dibentuk sebagai wadah yang menghimpun santri dan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Secara organisasi, IKSASS didirikan pada 1 Maret 1988 dan disahkan pada 1 Oktober 1988 oleh KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Momentum 1 Oktober tersebut kemudian diperingati sebagai hari lahir IKSASS.
Bagi keluarga besar IKSASS Rayon Sapudi, peringatan Harlah ke-38 di Kecamatan Gayam diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, mempererat komunikasi antara alumni dan pesantren, serta menjaga semangat perjuangan yang telah diwariskan para masyayikh.

Dengan mengusung semangat “Merawat Mahabbah, Menjaga Sanad Perjuangan”, Harlah IKSASS ke-38 di Sapudi tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para alumni, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan guru, pesantren dan sesama alumni sebagai bagian dari keberlanjutan perjuangan di tengah masyarakat.

Penulis

Penulis: VANNI HERADIKAH,S.SosEditor: REDAKSI
Jurnalist: Dewi Apriatin