Daerah

Digitalisasi Pendidikan Jadi Keniscayaan, Bang Pur Dorong Sekolah Adaptif terhadap Teknologi

9
×

Digitalisasi Pendidikan Jadi Keniscayaan, Bang Pur Dorong Sekolah Adaptif terhadap Teknologi

Sebarkan artikel ini
Digitalisasi Pendidikan Jadi Keniscayaan, Bang Pur Dorong Sekolah Adaptif terhadap Teknologi

Digitalisasi Pendidikan Jadi Keniscayaan, Bang Pur Dorong Sekolah Adaptif terhadap Teknologi

JEMBER, kabarnusa 24.Com— Dunia pendidikan dituntut tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Digitalisasi pun dinilai menjadi keniscayaan yang harus segera diperkuat di lingkungan sekolah.

 

Hal itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI H. Muhamad Nur Purnamasidi saat menggelar Workshop Pendidikan bertajuk “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran” di Auditorium Hotel Aston Jember, Minggu (4/10/2026).

 

Politisi yang akrab disapa Bang Pur itu menekankan pentingnya sekolah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurut dia, penerapan digitalisasi pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian penting dari upaya membangun sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

 

Ia menilai perkembangan teknologi tidak semestinya dipandang sebagai ancaman ataupun beban baru bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, teknologi harus ditempatkan sebagai peluang untuk menciptakan proses belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan mudah diakses.

 

> “Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan. Kita harus menjadikan teknologi sebagai alat bantu utama untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan mudah diakses oleh seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali,” kata Bang Pur.

 

Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur IV yang meliputi Jember dan Lumajang tersebut juga menegaskan bahwa pemenuhan sarana pendukung digitalisasi terus didorong agar menjadi salah satu prioritas program di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

 

Namun, menurut dia, percepatan digitalisasi pendidikan tidak boleh berhenti pada pengadaan perangkat teknologi semata. Infrastruktur pendukung serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting agar teknologi benar-benar dapat memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.

 

Karena itu, ia mendorong agar peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan penguatan kompetensi digital terus digalakkan. Dengan demikian, perangkat teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran.

 

“Digitalisasi pendidikan harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Jangan sampai kita hanya fokus pada pengadaan alat, tetapi kemampuan untuk menggunakannya belum memadai,” ujarnya.

 

Workshop tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hamim. Dalam kesempatan itu, Hamim menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan perjuangan Bang Pur melalui Komisi X DPR RI dalam mengawal kebijakan pendidikan hingga implementasinya di daerah.

 

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bang Pur. Sinergi yang baik antara kebijakan di tingkat pusat dengan eksekusi di daerah seperti ini sangat membantu kami, khususnya dalam mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jember,” kata Hamim.

 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebijakan pendidikan dapat berjalan secara efektif di lapangan.

 

Percepatan digitalisasi pendidikan kini menjadi salah satu agenda penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Tantangannya bukan hanya memastikan sekolah memiliki perangkat digital, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk kepentingan peserta didik.

 

Dengan dukungan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, serta kebijakan yang berkelanjutan, digitalisasi diharapkan tidak sekadar menjadi modernisasi fasilitas sekolah, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.( D.S )

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin