DaerahPolitik

499 Tahun Indramayu: Prestasi Bertambah, Kesejahteraan Warga Masih Jadi Pekerjaan Rumah

7
×

499 Tahun Indramayu: Prestasi Bertambah, Kesejahteraan Warga Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Sebarkan artikel ini
499 Tahun Indramayu: Prestasi Bertambah, Kesejahteraan Warga Masih Jadi Pekerjaan Rumah

 

Indramayu, kabarnusa24.com Kabupaten Indramayu hari ini genap berusia 499 tahun. Menjelang satu abad menuju usia lima abad, berbagai capaian pembangunan menjadi bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Indramayu.

Sejumlah kabar positif disampaikan pemerintah daerah, mulai dari tata kelola pemerintahan, sektor pertanian, perikanan hingga penanganan stunting.

Dalam tata kelola pemerintahan, Indramayu disebut menempati peringkat kelima secara nasional dan peringkat ketiga di Jawa Barat dengan predikat kinerja tinggi.

Di sektor pangan, Indramayu juga masih menjadi salah satu lumbung padi utama. Produksi padi disebut mencapai sekitar 1,7 juta ton per tahun, menjadikan daerah ini sebagai salah satu penopang kebutuhan pangan Jawa Barat.

Sementara di sektor perikanan, produksi Indramayu tercatat mencapai 528.873,80 ton, atau sekitar 33,99 persen dari total produksi perikanan Jawa Barat.

Capaian positif juga terlihat dari penurunan angka stunting. Berdasarkan data yang disampaikan, angka stunting turun dari 18,4 persen pada 2023 menjadi 9,8 persen pada 2024.

Namun, di balik berbagai capaian tersebut, memasuki usia 499 tahun muncul pertanyaan yang lebih mendasar: sudahkah kekayaan dan potensi besar Indramayu benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakatnya?

Bupati Indramayu Lucky Hakim sendiri mengakui masih adanya ketimpangan di tengah berbagai potensi yang dimiliki daerah.

Indramayu memiliki lahan pertanian yang subur, sumber daya minyak dan gas bumi, wilayah pesisir yang panjang, serta potensi ekonomi yang besar. Namun, di sisi lain, masih terdapat masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

“Tapi kenapa banyak orang tidak mampu di sini?” kata Lucky.

Pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi jawabannya tentu tidak mudah.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan juga mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Data pembangunan menunjukkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu pada 2025 berada di angka 71,58. Sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,47 persen, dan angka kemiskinan masih berada di angka 11,02 persen.

Angka-angka tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju usia 500 tahun tidak cukup hanya dengan mencatat berbagai prestasi.

Indramayu tidak hanya membutuhkan produksi padi yang tinggi, investasi yang terus masuk, atau pertumbuhan ekonomi semata.

Lebih dari itu, tantangan terbesar adalah memastikan seluruh potensi daerah dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Sebab, memasuki usia 500 tahun, ukuran keberhasilan Indramayu pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa besar kekayaan yang dimiliki daerah, tetapi seberapa besar masyarakatnya dapat menikmati hasil pembangunan dan hidup semakin sejahtera.

Dirgahayu ke-499 Kabupaten Indramayu. Menuju 500 tahun, pembangunan harus semakin terasa untuk seluruh masyarakat.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin