BEKASI,– Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyambut baik terbentuknya Forum Komunikasi Human Resources Development (HRD) Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang (BEKAPURS) sebagai wadah kolaborasi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), memperkuat hubungan industrial, serta mendukung kemajuan dunia usaha.
Apresiasi tersebut disampaikan Plt Bupati Bekasi saat peluncuran Forum Komunikasi HRD BEKAPURS di Hotel Lakeside TELL, Jl. Pasir Randu, Kecamatan Serang Baru, kabupaten Bekasi, pada Sabtu (10/10/2026).
Menurut Asep, keberadaan forum ini menjadi langkah strategis untuk mempererat komunikasi antar praktisi HRD dan perusahaan, sekaligus membangun sinergi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.
Ia mengatakan, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri strategis di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan membuka lapangan kerja. Namun, perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja menuntut tersedianya tenaga kerja yang kompeten, profesional, produktif, dan mampu beradaptasi.
“Potensi ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja menuntut tenaga kerja yang kompeten, profesional, produktif, dan mampu beradaptasi,” ujar Asep.
Ia menegaskan, praktisi HRD memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan menjaga keseimbangan hubungan antara perusahaan dan pekerja. Karena itu, HRD tidak hanya berfokus pada pengelolaan kepegawaian, tetapi juga menjadi mitra strategis perusahaan dalam membangun kualitas SDM dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Asep berharap Forum Komunikasi HRD BEKAPURS dapat menjadi ruang bertukar pengalaman, menyampaikan gagasan, serta mencari solusi bersama atas berbagai persoalan ketenagakerjaan. Peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal juga perlu menjadi perhatian agar masyarakat Kabupaten Bekasi dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkontribusi dalam pertumbuhan industri di daerahnya.
“Melalui peran strategis para praktisi HRD, saya berharap nilai-nilai profesionalisme, kedisiplinan, keadilan, dan saling menghargai dapat terus diperkuat dalam dunia usaha,” katanya.

Ia juga mengajak forum tersebut membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, serta mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi HRD BEKAPURS, Yosminaldi, mengatakan pembentukan forum tersebut berangkat dari keinginan untuk memperkuat hubungan industrial, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga di tingkat nasional hingga Asia Tenggara.
Menurutnya, praktisi HRD memiliki posisi strategis karena berada di antara kepentingan pengusaha dan pekerja. Oleh sebab itu, HRD perlu berperan secara profesional, objektif, dan berimbang dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial.
“Kami memulai dari wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang. Tujuan utama kami adalah memperkuat pola hubungan industrial di Indonesia, bahkan berkontribusi dalam lingkup Asia Tenggara,” ujar Yosminaldi.
Ia menjelaskan, Forum Komunikasi HRD BEKAPURS juga ingin terlibat secara nyata dalam pengembangan hubungan industrial di tingkat nasional.
Untuk itu, pihaknya berharap keberadaan organisasi tersebut mendapat pengakuan sehingga dapat berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan pencarian solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Yosminaldi menilai, penyelesaian persoalan hubungan industrial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan sudut pandang yang saling melengkapi. Selain pengusaha dan pemerintah, organisasi HRD serta kalangan akademisi dinilai perlu dilibatkan agar pembahasan dan penyusunan solusi dapat dilakukan secara lebih objektif dan komprehensif.
Melalui terbentuknya Forum Komunikasi HRD BEKAPURS, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara praktisi HRD, perusahaan, pemerintah, dan akademisi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan daya saing tenaga kerja, serta mendukung pertumbuhan industri dan kesejahteraan masyarakat.
(Red)







