Opini

Dari Soekarno-Nasser ke Prabowo-El Sisi: Merawat Romantisme Diplomasi Indonesia-Mesir

16
×

Dari Soekarno-Nasser ke Prabowo-El Sisi: Merawat Romantisme Diplomasi Indonesia-Mesir

Sebarkan artikel ini
Dari Soekarno-Nasser ke Prabowo-El Sisi: Merawat Romantisme Diplomasi Indonesia-Mesir

Oleh : Sutriachol Haris, L.C.

Kabarnusa24.com,– Ada kalimat yang tak asing didengar di telinga ketika berselkweran bahkan bisa terngiang di telinga akan bahwasanya Negara Indonesia diakui kemerdekaanya pertama negara yang lantang bilang bahwa Mesir lah Negeri pertama yang lantang bersuara atas kemerdekaan Negara Indonesia.

Kerja sama yang telah terjalin sejak mulai dari hubungan antara kedua negara berlaku begitu sangat baik, mulai kerja sama perdagangan minyak sawit dan lainnya serta pertukaran pelajar antar dua negara hingga kini begitu berjalan sangat romantis dan sangat membanggakan.

Ketibaan di Mesir atas kunjungan mulia Presiden Prabowo Subianto rentang waktu 2024 dan 2025 lalu, bahwasanya mengingatkan jalinan kuat antar kedua negara sebagaimana yang telah diletakan dasar pondasi yang kuat dibangun oleh Presiden Soekarno bersama Presiden Jamal Abdul Naser.

Dari sisi lain dalam kunjungan luar negerinya yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah melainkan Kunjungan Prioritas Hubungan Luar Negeri Indonesia sebagaimana baik yang telah diajarkan oleh Presiden terdahulunya, dan terus terang ini amat sangat positif bagi hubungan luar negeri Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto yang terukur dan gersit dalam meletakan gerak kunjungan politik luar negeri begitu kuat dan terbangun dengan dasar inginnya membawa dan kembali menjadikan buah maslahat besar dan keberuntungan untuk sebesar – besar nya hubungan baik bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Presiden Mesir Abdel Fattah El- Sisi tiba di Indonesia 10 – 12 Oktober 2026 membalas resminya atas lawatan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir lalu dengan rasa terbuka Presiden El – Sisi dan bahagia luas dapat tiba di negeri yang terkenal dengan negara seribu kepulauan itu.

Ada dalam bahasa Arab hanya karena yang satu beda hurup “H” yang satu hurup “H” kecil dan yang satu hurup “H” besar. Contoh ketika hurup ‘H’ besar maka bunyinya adalah “Haram” yang artinya adalah bangunan Piramida.

Dan ketika hurup ‘h’ yang satunya dengan menggunakan hurup ‘h’ kecil maka dalam Bahasa Arab ketika bunyi “haram” ini adalah negara tanah haram (Saudi Arabia) H besar adalah hubungan Indonesia dengan Mesir sebagaimana hingga kini hubungan baik dijalankan titah laksana Primadona Dunia Piramida Mesir. Selain bahwasanya Mesir adalah negara seribu menara. Baik negara ilmu bagi dunia dan juga sebagai negara peradaban dunia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terus saling belajar dengan Mesir terus dapat mencontoh yang baik – baik dan konsistensi menjadikan NKRI sebagai negara yang berdaulat adil makmur sentosa sejahtera menjaga negara yang berperadaban.

Pandangan sisi lain Mesir telah menjadikan pameran pusat buku dunia. Baik buku yang sangat klasik dan buku – buku kontemporer dunia. Bagaimana tidak karena Mesir merdeka telah lebih dari 2000an Tahun yang lalu.

Sisi lain Mesir dengan Indonesia yang menarik selain kerja sama pertukaran antar pelajar dan membuka seluas – luasnya masyarakat Indonesia yang hendak belajar ke Mesir baik belajar Ilmu Adabi atau belajar pilhan Ilmu Ilmi.

Mesir negera yang sangat sederhana hingga kini rakyat nya hidup dengan gaya yang sudah mengkristal karakter yaitu mujamalah atau dikenal dengan basa – basi bahagia. Karena untuk jadi bahagia semua kudu dengan basa – basi hidup. Artinya adalah berawal dengan basa – basi disusul muamalah, bahwa Mesir jadi negerinya dengan 1000 muamalah artinya Mesir punya karakter berinteraksi hubungan sosial yang baik sesama antarmanusia.

Bila Mesir adalah negerinya para Nabi- nabi dan Indonesia negerinya kebalikan kata nabi yakni ka – bina – bina. Artinya bina adalah membangun, semoga Indonesia dapat terus membangun dan membangun. Baik terus dapat membangun hubungan baik dua negara.

NKRI dapat membangun lebih dalam lagi di negeri dalam domestiknya menjadikan lebih sejahtera lagi membahagiakan. Karena untuk rakyat bisa bahagia pemerintah selalu harus bisa bikin bangun cipta bahagia itu gimana cara nya. Sebagaimana juga rasa dan cipta selalu bahagianya Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Selain telah dua tahun berjalan, akhir ini Komunikasi akan Dalam Negeri Presiden Prabowo Subianto dapat terus dijaga dan selalu semakin baik.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin