Daerah

Kapolres Lumajang Bekali Siswa SMKN 1 dengan Edukasi Narkoba hingga Bahaya AI

5
×

Kapolres Lumajang Bekali Siswa SMKN 1 dengan Edukasi Narkoba hingga Bahaya AI

Sebarkan artikel ini
Kapolres Lumajang Bekali Siswa SMKN 1 dengan Edukasi Narkoba hingga Bahaya AI

Kapolres Lumajang Bekali Siswa SMKN 1 dengan Edukasi Narkoba hingga Bahaya AI

LUMAJANG,kabarnusa24.Com — Ancaman narkoba dan penyalahgunaan teknologi digital menjadi perhatian serius dalam upaya melindungi generasi muda. Untuk membentengi pelajar dari risiko tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengedukasi ratusan siswa SMKN 1 Lumajang tentang bahaya narkotika, etika bermedia sosial, hingga penggunaan kecerdasan buatan atau “artificial intelligence”(AI), Selasa (20/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu mengusung tema “Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI”. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap berbagai ancaman, baik di lingkungan pergaulan sehari-hari maupun di ruang digital.

 

Dalam arahannya, AKBP Riki Yariandi menegaskan bahwa pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus menjaga kesehatan, mental, dan masa depan dengan menjauhi penyalahgunaan narkotika.

 

“Generasi muda, khususnya para pelajar, adalah aset paling berharga bagi masa depan bangsa. Jangan pernah sekali-kali menyentuh atau mencoba narkoba, karena sekali terjebak, masa depan yang sudah Anda cita-citakan akan hancur seketika. Jadilah generasi yang cerdas dan berani menolak narkoba,” tegas Riki.

 

Selain mengingatkan bahaya narkoba, Kapolres juga menyoroti pentingnya kecakapan digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurut dia, media sosial dan AI dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan jika dimanfaatkan tanpa tanggung jawab.

 

Para siswa diimbau agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, termasuk memeriksa kebenaran suatu berita sebelum membagikannya. Sikap tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks, perundungan siber (“cyberbullying”), serta berbagai bentuk kejahatan di dunia maya.

 

“Perkembangan teknologi seperti media sosial dan “artificial intelligenc” (AI) bagaikan pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi bisa melatih kreativitas dan menambah pengetahuan. Namun, jika digunakan secara salah, bisa menjerat adik-adik ke dalam masalah hukum. Saring sebelum “sharing” dan jadilah pengguna media sosial yang beretika,” ujarnya.

 

Riki juga menekankan pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam membangun lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang remaja. Menurut dia, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif di ruang digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya kepolisian.

 

“Polres Lumajang tidak bisa bekerja sendirian. Sinergi antara kepolisian, tenaga pendidik di sekolah, dan para orang tua di rumah sangat krusial untuk membentengi anak-anak kita dari pengaruh lingkungan yang negatif. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang aman, kondusif, serta bebas dari narkoba,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polres Lumajang mendorong para pelajar agar mampu mengambil keputusan secara bijak, menjauhi narkoba, serta memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai risiko di lingkungan sosial maupun dunia maya.( D.S )

Penulis