Dandim Lumajang: SPPG Jadi Kontribusi Nyata TNI dalam Membangun Generasi Unggul
LUMAJANG,kabarnusa24.Com.Rabu,10/6/2026 – Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, menilai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bentuk kontribusi nyata TNI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Anton saat ditemui awak media Kabarnusa di Markas Kodim 0821/Lumajang, Jalan Alun-Alun Timur, Lumajang.(Selasa,9/6/2026)
Menurut Anton, upaya meningkatkan kualitas generasi bangsa tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk TNI, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang gizi.
“SPPG ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul. Dengan pemenuhan gizi yang baik, diharapkan lahir generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan mampu menjadi penggerak pembangunan bangsa ke depan,” ujar Anton.
Ia menjelaskan, keberadaan SPPG Yonif 527/BY diharapkan mampu memperkuat program pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Lumajang. Program tersebut menjadi bagian dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing.
Saat ini, dapur SPPG Yonif 527/BY memberikan manfaat kepada lebih dari 2.000 penerima manfaat. Selain berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bergizi, operasional dapur juga memberdayakan tenaga kerja lokal yang berasal dari putra-putri keluarga besar Kodim serta masyarakat sekitar.
“Untuk tenaga memasak maupun petugas SPPG, kami melibatkan putra-putri Kodim dan masyarakat sekitar agar ikut diberdayakan. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Anton menambahkan, secara umum fasilitas dapur telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu disempurnakan, khususnya terkait sistem pembuangan akhir limbah.
“Dapur sudah memenuhi standar. Hanya untuk sistem pembuangan akhir yang masih perlu penyempurnaan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Anton berharap keberadaan SPPG dapat menjadi model pelayanan gizi yang berkelanjutan dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mendukung program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami berharap SPPG ini tidak hanya berjalan sebagai program jangka pendek, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Jika kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi dengan baik, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu bersaing dan membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa,” ujar Anton.
Menurut dia, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang cukup dan berkualitas. Karena itu, seluruh pihak diharapkan terus memberikan dukungan agar program pemenuhan gizi dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan.
Dengan beroperasinya SPPG Yonif 527/BY, diharapkan program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan lebih optimal sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ( D.S)







