BADUNG, Kabarnusa24.com
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengunjungi TPS3R Sapuh Jagat
di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (08/07/26).
Wamen Diaz mengapresiasi upaya kepala desa dan masyarakat setempat dalam membangun TPS3R tersebut, sekaligus membantah anggapan bahwa TPS3R identik dengan bau. “Saya sangat mengapresiasi TPS3R ini, luar biasa karena bisa mengolah sampah 100%, yang saya terkesima disini, ada lapangan voli atau tempat olahraga di samping TPS3R, bahkan ada ruang rapat terbuka, jadi ini membantah stigma lama bahwa TPS3R itu bau dan tidak sehat, padahal disini tidak bau sama sekali,” jelas Wamen Diaz.

Sebelumnya, Wamen Diaz menghadiri peresmian pembangunan teknologi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) Bali. Wamen Diaz menilai bahwa keberadaan TPS3R masih sangat penting, mengingat teknologi PSEL tidak bisa berjalan sendiri dan harus berdampingan dengan upaya pemilahan sampah di hulu.
“Pagi tadi kami melihat PSEL Bali, dan ini menjadi pengingat untuk kita kalau nanti PSEL sudah jadi, PSEL hanya bisa mengolah berapa persen sampah yang kita produksi tiap hari, maka TPS3R masih sangat penting, PSEL juga tidak bisa jalan jika sampah tidak terpilah, jadi harus hati-hati dengan PSEL, tidak semua sampah bisa masuk situ,” tegas
Wamen Diaz.
Dengan ini, Wamen Diaz menilai bahwa Desa Gulingan harus dijadikan contoh karena telah menjalankan pengolahan sampah dengan sangat baik. “Saya rasa ini salah satu desa yang baik dalam pengelolaan sampahnya, harusnya bisa menjadi contoh untuk seluruh Bali bahkan seluruh Indonesia, kita sangat ingin belajar dari desa ini agar bisa menjadi contoh untuk Jakarta”.
Tidak hanya dalam pengelolaan sampahnya, Wamen Diaz turut memuji kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah agar TPS3R bisa berjalan dengan lancar. “Luar biasanya, tadi kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat hanya perlu 3 bulan dan masyarakat sudah bisa memilah, jadi kami dari Kementerian Lingkungan Hidup ingin mengapresiasi masyarakat yang sudah bergerak cepat untuk memilah”.
Wamen Diaz juga mengingatkan pentingnya pemilahan sampah dari hulu, mengingat cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Niño saat ini menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran di TPA. “El Niño berdampak pada TPA, dari KLH, kami sudah antisipasi kebakaran karena (El Niño) akan semakin buruk sampai bulan September, sehingga TPA bisa beresiko meledak dikarenakan adanya gas metana.
”Wamen Diaz dalam kunjungannya turut didampingi oleh Kepala Desa Gulingan, I Ketut Winarya beserta jajaran pengurus TPS3R Sapuh Jagat.
Selain itu, beberapa pejabat tinggi KLH/BPLH antara lain Plt. Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, Laksmi Widyajayanti, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra Ni Nyoman Santi dan Direktur Penanganan Sampah, Melda Mardalina.(Rizky Tile)







