Indramayu, kabarnusa24.com
Musim kemarau mulai dirasakan warga Blok Oyoran, Desa/Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Dalam sekitar satu bulan terakhir, puluhan sumur milik warga mulai mengering. Sementara sumur yang masih mengeluarkan air, kualitasnya menurun karena terasa asin sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut memaksa sebagian warga memanfaatkan air balong untuk mandi dan mencuci pakaian. Meski tampak keruh dan berwarna kehijauan, air tersebut tetap digunakan karena menjadi satu-satunya sumber air yang tersedia.
“Setiap hari seperti ini, mandi di sini. Air sumur di rumah sudah surut, dan kalaupun masih ada rasanya asin,” ujar Maskiti, warga setempat.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, warga memilih membeli air galon isi ulang dengan harga Rp5.000 per galon. Pengeluaran tambahan ini menjadi beban tersendiri bagi sebagian keluarga di tengah musim kemarau.
Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat segera menyalurkan bantuan air bersih, sebagaimana yang dilakukan pada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya, agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.







