Indramayu, kabarnusa24.com
Di balik cahaya yang kini menerangi Kampung Pasir Toro, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, tersimpan kisah inspiratif seorang santri asal Bandung, Ujang Koswara.
Berawal dari keprihatinannya saat program konversi minyak tanah ke gas pada 2007–2008, Ujang melihat masih banyak masyarakat kurang mampu yang hidup tanpa akses listrik. Kondisi tersebut mendorongnya belajar secara otodidak membuat panel surya melalui berbagai referensi di YouTube.
Berkat ketekunan dan semangatnya, inovasi panel surya yang dikembangkan Ujang kini menjadi bagian dari Program Rumah Terang BAZNAS RI. Teknologi tersebut berhasil menghadirkan listrik bagi warga Kampung Pasir Toro yang selama puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik di kawasan hutan.
Menariknya, Ujang tidak mengomersialkan hasil inovasinya. Ia memilih menyerahkan teknologi panel surya tersebut kepada BAZNAS RI agar dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di berbagai daerah yang belum terjangkau jaringan listrik.
Proses pembuatan panel surya juga menjadi sarana pemberdayaan. Sejak 2012, perakitannya melibatkan para santri di Pondok Pesantren Darul Hidayah Bandung bersama warga binaan Lapas Sukamiskin, sehingga tidak hanya menghasilkan teknologi tepat guna, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan pembinaan.
Kehadiran listrik melalui panel surya membawa manfaat besar bagi warga Kampung Pasir Toro. Selain rumah menjadi terang, masyarakat tidak lagi bergantung pada lampu berbahan bakar solar sehingga mampu menghemat pengeluaran hingga sekitar Rp225 ribu per bulan. Dana tersebut kini dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Kisah Ujang Koswara membuktikan bahwa kepedulian, ilmu, dan inovasi dapat menjadi cahaya harapan bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.







