Indramayu, kabarnusa24.com
Di tengah pesatnya pembangunan di Kabupaten Indramayu, masih ada sekitar 300 warga di Blok Pasir Toro, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, yang selama puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik.
Kampung yang berada di kawasan hutan Perhutani itu juga menghadapi keterbatasan akses air bersih. Selama ini, warga mengandalkan cempor atau lampu minyak sebagai penerangan, sedangkan kebutuhan air sehari-hari dipenuhi dari kubangan tadah hujan yang kondisinya kerap keruh.
“Sudah 25 tahun saya tinggal di sini. Nggak ada listrik, air juga susah,” ujar Warji, salah seorang warga.
Keterbatasan fasilitas dasar tersebut turut berdampak pada kehidupan masyarakat. Bahkan, sebagian orang tua terpaksa menitipkan anak-anak mereka ke luar daerah agar dapat mengenyam pendidikan dengan lebih mudah.
Harapan akhirnya mulai datang melalui Program Rumah Terang dari BAZNAS RI. Sebanyak 102 rumah warga dan satu masjid kini telah dipasangi panel surya. Untuk pertama kalinya, lampu listrik menerangi kampung yang selama ini identik dengan gelapnya malam.
Meski demikian, kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi. Warga masih berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk menyediakan akses air bersih, memperbaiki infrastruktur jalan, serta menata administrasi kependudukan agar mereka lebih mudah memperoleh pelayanan publik dan berbagai program bantuan pemerintah.







