Daerah

Orado Resmi Masuk KONI, Dandim Lumajang: Saatnya Ubah Citra Domino Jadi Olahraga

21
×

Orado Resmi Masuk KONI, Dandim Lumajang: Saatnya Ubah Citra Domino Jadi Olahraga

Sebarkan artikel ini
Orado Resmi Masuk KONI, Dandim Lumajang: Saatnya Ubah Citra Domino Jadi Olahraga
oplus_0

Orado Resmi Masuk KONI, Dandim Lumajang: Saatnya Ubah Citra Domino Jadi Olahraga

LUMAJANG,kabarnusa24 — Olahraga Domino (Orado) mulai menapaki babak baru di Kabupaten Lumajang. Setelah resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Orado didorong tidak lagi dipandang sekadar sebagai permainan yang identik dengan perjudian, tetapi sebagai olahraga yang mengedepankan konsentrasi, sportivitas, dan silaturahmi.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., mengatakan masuknya Orado sebagai bagian dari olahraga nasional menjadi momentum untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap permainan domino.

 

Menurut dia, selama ini domino masih kerap dikaitkan dengan aktivitas perjudian. Namun, dengan adanya wadah resmi di bawah KONI, Orado memiliki ruang untuk berkembang sebagai cabang olahraga yang positif dan kompetitif.

 

“Peresmian Orado sebagai salah satu cabang olahraga masuk olahraga nasional menurut saya sangat baik. Selama ini konotasi atau persepsi masyarakat terhadap domino kan negatif, identik dengan judi. Dengan disahkan menjadi salah satu cabang olahraga dari KONI, ini akan membuat image-nya berubah menjadi positif,” ujar Anton.

 

Ia menilai Orado memiliki peluang untuk berkembang lebih luas, termasuk menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di berbagai ajang kompetisi.

 

Dalam kejuaraan yang digelar di Kabupaten Lumajang, antusiasme peserta juga cukup tinggi. Sebanyak “64 tim” telah mendaftarkan diri. Setiap tim terdiri dari dua orang, sehingga total peserta mencapai “128 orang”

 

Untuk memberikan motivasi kepada peserta, panitia menyiapkan piala dan uang pembinaan bagi para juara. Juara pertama memperoleh Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, juara ketiga Rp1 juta, dan juara keempat Rp500.000.

 

Selain hadiah utama, panitia juga menyiapkan sejumlah doorprize bagi peserta. Salah satunya berupa televisi berukuran 40 inci serta sejumlah hadiah hiburan lainnya.

 

“Dengan adanya doorprize ini, seluruh peserta bisa menguji keberuntungan mereka. Siapa tahu mendapatkan doorprize. Salah satunya kami siapkan satu buah televisi 40 inci dan hadiah-hadiah hiburan lainnya,” kata Anton.

 

Penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kodim 0821/Lumajang dengan pengurus Orado Kabupaten Lumajang. Kodim mendukung penyediaan tempat serta hadiah, sedangkan kebutuhan perlengkapan pertandingan ditangani bersama pengurus Orado.

 

Anton mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial (Binter) TNI untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

 

Terlebih, pembukaan kegiatan tersebut juga mendapat perhatian di tingkat nasional setelah dilakukan secara virtual bersama jajaran TNI.

 

“Harapan kami dengan adanya olahraga Orado ini, khususnya di Kabupaten Lumajang, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat. Ini juga salah satu program Binter kami untuk mendekatkan diri dengan masyarakat,” ujarnya.

 

Orado Dorong Silaturahmi dan Sportivitas

 

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi Golkar sekaligus Ketua Orado Kabupaten Lumajang, Mohammad Yusuf Efendi Igsan, S.P., mengatakan pengurus Orado siap mendukung berbagai kejuaraan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat.

 

Menurut Yusuf, kejuaraan Orado di Lumajang dilaksanakan melalui kolaborasi antara pengurus Orado dengan Kodim 0821/Lumajang. Koordinasi dilakukan melalui sejumlah rapat internal antara pengurus, panitia, dan jajaran Kodim.

 

Ia menilai Orado bukan semata-mata kompetisi untuk mengejar kemenangan. Di dalamnya terdapat nilai silaturahmi, kebersamaan, konsentrasi, serta sportivitas.

 

“Orado ini tidak hanya kompetisi untuk meraih kemenangan. Kami juga bisa bersilaturahmi langsung dengan para peserta, sehingga masyarakat semakin guyub dan rukun,” kata Yusuf.

 

Menurut dia, permainan Orado membutuhkan konsentrasi tinggi dan menjunjung sportivitas. Karena itu, masuknya Orado ke dalam KONI menjadi momentum penting untuk meningkatkan pembinaan dan membuka peluang kompetisi yang lebih luas.

 

“Kami sangat bersyukur karena Orado sudah masuk KONI. Dengan begitu, Orado bisa mengadakan kejuaraan-kejuaraan di tingkat nasional yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.

 

Pengurus Orado Kabupaten Lumajang juga memastikan kejuaraan tingkat kabupaten akan kembali digelar pada 2027. Sosialisasi kepada masyarakat akan diperluas untuk memperkenalkan Orado sebagai olahraga yang memiliki aturan, pembinaan, serta nilai sportivitas.

 

Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaring bibit-bibit atlet potensial dari Lumajang yang nantinya dapat mengikuti kompetisi di tingkat nasional hingga internasional.

 

“Harapan saya, setelah sosialisasi dilakukan, peserta semakin meningkat. lKemudian kami bisa menyaring atlet-atlet yang berpotensi untuk berlomba di kancah internasional. Untuk saat ini mungkin masih nasional, tetapi ke depan tentu kami berharap bisa lebih tinggi lagi,” tutur Yusuf.( D.S )

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin