DaerahPeristiwa

Kapal Pemancing Karam di Muara Karangsong Indramayu, Nelayan Soroti Pendangkalan dan Kerusakan Breakwater

7
×

Kapal Pemancing Karam di Muara Karangsong Indramayu, Nelayan Soroti Pendangkalan dan Kerusakan Breakwater

Sebarkan artikel ini
Kapal Pemancing Karam di Muara Karangsong Indramayu, Nelayan Soroti Pendangkalan dan Kerusakan Breakwater

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Muara Karangsong, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi sorotan setelah sebuah kapal pemancing berukuran kecil karam akibat dihantam angin timur pada Sabtu (26/9/2026). Hingga Rabu (30/9/2026) pagi, kapal tersebut dilaporkan masih terdampar di kawasan muara.

Ketua Gerakan Nelayan Pantura (GNP), Kajidin, mengatakan insiden kapal karam di Muara Karangsong bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, sudah sekitar empat kapal mengalami insiden di kawasan tersebut.

Selain faktor cuaca, ia menyoroti kondisi muara yang mengalami pendangkalan serta kerusakan bangunan pemecah gelombang atau breakwater yang dinilai turut meningkatkan risiko bagi kapal nelayan.

“Jelas ada kaitannya dengan pendangkalan. Breakwater-nya kita sudah enggak ada, pelabuhannya enggak diurus. Gelombang jadi melintas langsung ke muara,” kata Kajidin.

Kajidin menjelaskan, Gerakan Nelayan Pantura bersama KPL Mina Sumitra selama ini berupaya membantu mengatasi persoalan tersebut, di antaranya melalui kegiatan pengerukan dan pengawalan kapal yang keluar-masuk muara.

Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menyelesaikan persoalan secara permanen. Kondisi muara yang dangkal dan perlindungan terhadap gelombang yang dinilai belum memadai masih menjadi kekhawatiran bagi nelayan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) sebelumnya telah menjelaskan bahwa usulan normalisasi muara, rehabilitasi, hingga pembangunan breakwater telah disampaikan kepada pemerintah pusat.

Tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung bersama tim pemerintah pusat juga disebut telah beberapa kali melakukan survei untuk meninjau kondisi kawasan tersebut.

Sebagai langkah sementara, Pemkab Indramayu mengerahkan kapal keruk untuk membantu penanganan pendangkalan. Namun, ketersediaan armada masih terbatas karena hanya terdapat satu unit kapal keruk yang harus melayani sejumlah muara dan tempat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Indramayu.

Persoalan Muara Karangsong kembali menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan nelayan dan kapal yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Nelayan berharap upaya normalisasi muara serta penanganan kerusakan breakwater dapat segera direalisasikan agar risiko kecelakaan kapal dapat diminimalkan dan aktivitas perikanan di Karangsong berjalan lebih aman.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin