SUMENEP, Kabarnusa24.Com – Kesabaran warga Dusun Batu Putih, Desa Karangnangka, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, seolah mencapai batasnya. Setelah lama menantikan perbaikan jalan yang tak kunjung mendapat perhatian serius, masyarakat akhirnya memilih turun tangan sendiri.
Mereka patungan puluhan juta rupiah demi mengecor jalan desa yang menjadi akses aktivitas sehari-hari.
Aksi gotong royong itu berlangsung pada Jumat (9/10/2026). Dengan mengandalkan sumbangan bersama, warga mengecor jalan sepanjang kurang lebih 60 meter tanpa mengandalkan bantuan pemerintah dalam kegiatan tersebut.
Peristiwa ini bukan sekadar potret kebersamaan masyarakat desa. Di balik semangat gotong royong itu, terselip pertanyaan tajam tentang perhatian terhadap infrastruktur dasar di pelosok kepulauan.
*Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Akhirnya Bergerak Sendiri*
Warga yang telah lama menantikan perbaikan jalan tersebut akhirnya memilih tidak terus berpangku tangan. Mereka menggalang dana secara swadaya, mengumpulkan sumbangan, dan bergotong royong agar akses jalan yang mereka butuhkan bisa segera diperbaiki.
Dana yang terkumpul ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Angka yang tidak sedikit bagi masyarakat, tetapi rela mereka sisihkan demi kepentingan bersama.
Koordinator penggerak swadaya Desa Karangnangka, Ustaz Arsil Adim, menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni lahir dari inisiatif masyarakat, bukan program pemerintah.
Menurutnya, warga sudah lama menunggu perbaikan jalan, tetapi belum memperoleh perhatian serius sebagaimana yang diharapkan.
Langkah warga Karangnangka menjadi gambaran nyata bahwa ketika kebutuhan mendasar tak kunjung terjawab, masyarakat dapat memilih bergerak dengan kekuatan sendiri.
“Sampai kapan warga harus mengeluarkan uang sendiri untuk memperbaiki jalan yang mereka gunakan setiap hari?,” ucapnya.
Gotong royong memang menjadi tradisi luhur masyarakat Indonesia. Akan tetapi, semangat swadaya tidak semestinya membuat kebutuhan infrastruktur dasar luput dari perhatian pemerintah.
“Apalagi, akses jalan berkaitan erat dengan mobilitas warga, kegiatan ekonomi, dan kelancaran aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.
*Didukung Tokoh Masyarakat dan Pemuda*
Gerakan swadaya tersebut mendapat dukungan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat, di antaranya H. Suhanari, H. Amil Muzaki, dan Ustaz Muhfa.
Dukungan itu memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat Karangnangka dalam menjawab persoalan yang mereka hadapi bersama.
Meski demikian, aksi ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah desa dan pihak terkait untuk menjelaskan bagaimana kebutuhan perbaikan jalan tersebut selama ini ditangani.
*Warga Sudah Patungan, Kini Pemerintah Ditunggu*
Pengecoran jalan sepanjang sekitar 60 meter itu menjadi bukti bahwa warga Karangnangka tidak tinggal diam. Mereka telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan uang demi mendapatkan akses jalan yang lebih layak.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah pemerintah selanjutnya. Apakah kebutuhan infrastruktur di Dusun Batu Putih akan mendapat perhatian lebih serius?
Masyarakat di pelosok kepulauan juga berhak mendapatkan perhatian yang setara.
Warga sudah bergerak dengan uang sendiri. Kini, jangan biarkan pertanyaan tentang perhatian terhadap pembangunan jalan desa berhenti tanpa jawaban.







