PAN Lumajang Bidik Kebangkitan pada Pemilu 2029, Abdul Adim Siapkan Struktur hingga 21 Kecamatan
LUMAJANG,kabarnusa24.Com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Lumajang mulai memperkuat konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Di bawah kepemimpinan Abdul Adim, partai berlambang matahari putih itu menargetkan kebangkitan politik dengan membangun kepengurusan di 21 kecamatan sekaligus menjaring kader potensial untuk memperluas dukungan masyarakat.
Ketua DPD PAN Kabupaten Lumajang,terpilih masa bakti 2025-2030,, Abdul Adim, S.Pd.I., mengatakan, penguatan struktur partai menjadi langkah awal untuk mengembalikan eksistensi PAN di Kabupaten Lumajang. Salah satu agenda terdekat adalah pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Lumajang yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Abdul Adim menjelaskan, penunjukan dirinya sebagai Ketua DPD PAN Lumajang berawal dari kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ke Kabupaten Jember. Dalam kesempatan tersebut, Gus Wafi disebut mengusulkan kadernya untuk memimpin PAN di Lumajang.
“Saya direkomendasikan Gus Wafi menjadi Ketua DPD PAN Lumajang. Saya juga merupakan Ketua Umum Laskar Sholawat Nusantara yang mendapat amanah dari Gus Wafi untuk memimpin PAN di Lumajang,” kata Abdul Adim.
Ia menegaskan, keterlibatannya dalam partai politik bukan semata-mata untuk membangun kekuatan organisasi, melainkan juga membuka ruang pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.
“Tujuan kami berpartai adalah bagaimana supaya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Abdul Adim mengungkapkan, setelah dilantik untuk masa bakti 2025–2030, DPD PAN Lumajang telah melaksanakan rapat kerja daerah (rakerda) dan musyawarah cabang (muscab). Muscab tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk dan memperkuat kepengurusan PAN di tingkat kecamatan.
Dalam struktur organisasi PAN, kepengurusan tingkat kabupaten disebut DPD, tingkat kecamatan disebut DPC, sedangkan tingkat desa atau kelurahan disebut Dewan Pimpinan Ranting (DPRt).
Menurut Abdul Adim, keberadaan pengurus di tingkat kecamatan diharapkan menjadi ujung tombak untuk memperkenalkan PAN lebih dekat kepada masyarakat. Dengan struktur yang semakin kuat, partai diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan publik sekaligus menyiapkan kekuatan politik menuju kontestasi 2029.
“Harapan kami, setelah teman-teman dilantik, mereka bisa mengenalkan PAN kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui bahwa PAN sudah terbentuk dan hadir di Lumajang,” katanya.
Ia menargetkan PAN Lumajang mampu kembali memperoleh kursi legislatif pada Pemilu 2029, baik di DPRD Kabupaten Lumajang, DPRD Provinsi Jawa Timur, maupun DPR RI. Bahkan, Abdul Adim berharap Lumajang dapat menjadi salah satu basis kekuatan PAN.
PAN Ingin Kembalikan Kursi yang Hilang
Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan DPC PAN se-Kabupaten Lumajang, Hawadis, S.Sos., mengatakan, persiapan kegiatan terus dimatangkan oleh jajaran DPD. Panitia juga berharap seluruh perwakilan dari 21 kecamatan dapat menghadiri pelantikan yang direncanakan.
Hawadis berharap pelantikan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kekuatan PAN di Lumajang.
Menurut dia, PAN pernah memiliki empat kursi legislatif di Kabupaten Lumajang pada Pemilu 2014. Namun, pada periode berikutnya, partai tersebut kehilangan seluruh kursinya di DPRD kabupaten.
“Harapan saya, PAN di Lumajang bisa kembali jaya seperti dulu. Pada 2014, PAN memiliki empat kursi, tetapi sekarang semuanya hilang. Kami berharap ke depan setiap daerah pemilihan (dapil) bisa memiliki wakil di DPRD,” ujar Hawadis.
Ia mengakui, upaya merebut kembali kursi legislatif membutuhkan persiapan matang, terutama dalam menentukan bakal calon legislatif di setiap daerah pemilihan. Karena itu, setelah konsolidasi kepengurusan rampung, DPD PAN Lumajang akan melanjutkan langkah dengan melakukan penjaringan calon.
Penjaringan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kader-kader yang siap bertarung dalam kontestasi politik sekaligus memiliki komitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Hawadis menambahkan, seluruh proses konsolidasi dan penjaringan merupakan bagian dari ikhtiar PAN untuk memperkuat organisasi serta mengembalikan kepercayaan masyarakat.
“Kami ingin berikhtiar dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Mudah-mudahan melalui persiapan yang dilakukan, PAN di Lumajang bisa kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat,” tuturnya.
Dengan agenda pelantikan pengurus di 21 kecamatan dan rencana penjaringan bakal calon legislatif, PAN Lumajang kini mulai menyusun fondasi politik menuju Pemilu 2029. Tantangan berikutnya adalah memastikan penguatan struktur organisasi tersebut berbanding lurus dengan kerja nyata di tengah masyarakat dan kemampuan partai merebut kembali kursi legislatif yang pernah dimiliki.(D.S)







