Daerah

BALOS 2026 Jadi Panggung Batik Lumajang, Warisan Budaya Didorong Menembus Tren Fashion Modern

32
×

BALOS 2026 Jadi Panggung Batik Lumajang, Warisan Budaya Didorong Menembus Tren Fashion Modern

Sebarkan artikel ini
BALOS 2026 Jadi Panggung Batik Lumajang, Warisan Budaya Didorong Menembus Tren Fashion Modern

BALOS 2026 Jadi Panggung Batik Lumajang, Warisan Budaya Didorong Menembus Tren Fashion Modern

LUMAJANG, kabar nusa24.Com– Pelestarian batik tidak cukup hanya dengan menjaga motif dan tradisi, tetapi juga membutuhkan kreativitas agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Semangat inilah yang diusung dalam malam puncak BALOS 2026 (Batik Lumajang On The Stage/Batik Lumajang On The Street) di Jalan Alun-Alun Utara Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/10/2026) malam.

 

Mengangkat tema “Harmony in Heritage, Merayakan Warisan Menginspirasi Generasi”, perhelatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan batik khas Lumajang melalui perpaduan nilai budaya dan ekspresi fashion modern.

 

Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut. Berbagai kreasi busana batik ditampilkan oleh peserta dari beragam kelompok usia dan unsur masyarakat, mulai dari anak-anak hingga kalangan umum.

 

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatrah, menjelaskan bahwa BALOS 2026 dirancang sebagai sarana memperkenalkan kekayaan batik daerah melalui peragaan busana yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

 

Lomba fashion batik dalam kegiatan ini diikuti peserta kategori PAUD/TK, SD, SMP sederajat, SMA/SMK, umum, hingga camat dan organisasi perangkat daerah (OPD). Keterlibatan lintas kelompok tersebut memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam mengenal sekaligus mengapresiasi batik khas Lumajang.

 

Melalui peragaan busana, batik tidak hanya ditampilkan sebagai pakaian dengan motif tradisional, tetapi juga sebagai produk budaya yang dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan dan selera masyarakat masa kini.

 

Kreativitas dalam dunia fashion juga membuka peluang bagi pembatik dan pelaku industri kreatif untuk mengembangkan desain yang lebih beragam tanpa meninggalkan identitas motif lokal. Dengan demikian, batik berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat keberadaan produk budaya daerah.

 

Upaya tersebut membutuhkan kesinambungan antara pelestarian tradisi, inovasi desain, dan dukungan terhadap para pelaku usaha batik. Kolaborasi antara pembatik, desainer, dan pelaku usaha dapat menjadi salah satu cara meningkatkan daya tarik batik Lumajang di tengah persaingan industri fashion.

 

BALOS 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal. Melalui kreativitas generasi muda dan pengembangan desain yang inovatif, batik Lumajang diharapkan terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin