DaerahLingkungan

Sampah Menggunung di Pasar Baru Jatibarang, Warga Bulak Protes Bau Menyengat dan Ancaman Kesehatan

14
×

Sampah Menggunung di Pasar Baru Jatibarang, Warga Bulak Protes Bau Menyengat dan Ancaman Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Sampah Menggunung di Pasar Baru Jatibarang, Warga Bulak Protes Bau Menyengat dan Ancaman Kesehatan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com
Hak atas lingkungan yang bersih dan sehat kembali disuarakan warga Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Minggu (19/4/2026).

Hasil kroscek di lapangan menunjukkan adanya pelanggaran pada area Pasar Baru Jatibarang, di mana pagar belakang pasar dijebol dan dijadikan akses pembuangan sampah. Akibatnya, sampah menumpuk hingga menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat.

Kelompok masyarakat “Wangser Bersatu” pun melayangkan protes keras terhadap kondisi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di belakang pasar tersebut.

Warga mengeluhkan bau menyengat yang terus tercium setiap hari, serta meningkatnya jumlah lalat akibat tumpukan sampah yang tidak tertangani dengan baik.

Kondisi ini diperparah oleh tidak rutinnya pengangkutan sampah ke TPA Pecuk, sehingga volume sampah terus bertambah dan memperburuk dampak terhadap lingkungan sekitar.

Menurut warga, permasalahan ini telah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka juga khawatir kondisi tersebut dapat memicu berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap dampak lingkungan tidak sehat.

Kelompok Wangser Bersatu mendesak pengelola pasar serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk melakukan pengangkutan sampah secara rutin dan menata ulang TPS agar lebih layak dan higienis.

“Lingkungan bersih dan sehat adalah hak dasar setiap warga. Kami meminta pemerintah tidak tutup mata terhadap kondisi ini,” tegas perwakilan warga.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang agar permasalahan ini segera ditangani, sehingga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat kembali terjaga.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin