JAKARTA, Kabarnusa24.com || Di Indonesia kewenangan penerbitan SIM Internasional dipegang oleh Polri. Dasar hukumnya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 serta Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016.
Masyarakat Indonesia untuk menerbitkan SIM Internasional dasarnya harus punya SIM Indonesia yang masih berlaku tanpa harus ikuti tes Drive, ujian teori dan praktik.
Sedangkan, bagi masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang baru membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di masing-masing Satpas SIM Polri dengan diwajibkan untuk mengikuti tes Drive, ujian teori dan praktik.
Menanggapi hal tersebut Ketua DPD LSM IMW Jawa Barat, Edwar buka suara dengan mengatakan, “Kebijakan yang diduga tidak masuk akal, kita bicara masyarakat sendiri yang berwarga negara Indonesia buat SIM baru saja untuk bagi pembayaran normal harus diwajibkan mengikuti Tes teori dan ujian praktik. Tanpa mengikuti tes teori dan ujian praktik langsung foto di hargai kisaran 500-700, itu yang ditemui secara langsung dilapangan.” ujarnya kepada wartawan saat dimintai tanggapannya, Kamis (11/06/26).
Kata Edwar lebih lanjut, “Kalau proses prosedur buat baru SIM Internasional meskipun sudah dimiliki sebelumnya untuk di gunakan diluar Indonesia dengan biaya hanya Rp 250.000 dan untuk perpanjangan masa berlaku dikenakan biaya Rp 225.000 itu kan bicara secara teori. Belum tentu ditemukan secara langsung dilapangan dugaan saya bisa lebih itu harga biayanya.” ujarnya.
Meski demikian, Edwar mengungkapkan, “Sama halnya juga bagi warga membuat SIM C baru katagori pemohon dipersiapkan biaya berkisar antara Rp160.000 hingga Rp250.000. Pemohon juga diwajibkan memenuhi syarat minimal berusia 17 tahun, memiliki KTP aktif, menyertakan bukti cek kesehatan dan psikologi, serta dinyatakan lulus ujian teori dan praktik. Tapi kalau kita kroscek temuan dilapangan beda lagi bisa dikenakan biaya 500-700 hanya foto saja langsung jadi” ujarnya.
BACA JUGA: *Kehadiran Menteri AHY sebagai Lulusan Terbaik Berikan Semangat bagi Siswa SMA Taruna Nusantara* Magelang – Setelah lulus 27 tahun lalu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali ke SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Senin (02/09/2024). Kehadirannya menjadi momen berharga bagi segenap pengajar dan siswa SMA Taruna Nusantara. Sejumlah siswa pun antusias memberikan kesan dan pesan kepada Menteri AHY yang menjadi Lulusan Terbaik SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-5. “Untuk Pak Menteri AHY, terima kasih atas pemaparan hari ini, saya jadi lebih bersemangat lagi untuk belajar dan menggapai cita-cita, semoga suatu saat nanti saya menjadi sukses seperti bapak. Saya mendapatkan bahwa kita harus keluar dari zona nyaman agar kita berkembang lebih jauh lagi, mengembangkan soft skill lagi, setiap hari kita harus menjadi yang lebih baik,” ujar Syifa, seorang siswi yang berasal dari Banda Aceh. Hal yang sama disampaikan oleh Timmoty. Ia mengatakan bahwa pengalaman yang diceritakan Menteri ATR/Kepala BPN memotivasinya untuk terus belajar dan bekerja keras. “Setelah mendengarkan Pak Menteri AHY, saya akan bekerja keras dengan kerendahan hati dalam melakukan segala pekerjaan. Teruslah berjuang Pak, sampai menjadi presiden,” pungkas siswa yang berasal dari Jakarta ini. Sebagai menteri pertama lulusan SMA Taruna Nusantara, Menteri AHY menjadi sosok penuh dedikasi dalam usahanya dan bertekad kuat dalam pandangan para siswa yang mendengarkan ceramahnya. Dalam kesempatan “Jumpa Tokoh Nasional” ini, Menteri AHY memberikan ceramah pembekalan kepada 1.099 siswa/siswi SMA Taruna Nusantara Angkatan 33, 34, dan 35. “Dream big, work hard and never give up. Semua bisa berbuat yang terbaik. Kita senantiasa melakukan transformasi sekaligus kita berupaya untuk terus meningkatkan kapasitas diri kita. Oleh karena itu, sudah tepat jika SMA Taruna Nusantara ini mencetak, mendidik para calon patriot bangsa yang memiliki cita-cita mulia,” ujar Menteri AHY di SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Menteri AHY berpesan agar seluruh siswa menerapkan nilai-nilai sebagai generasi unggul penerus bangsa. Nilai tersebut antara lain Keberanian dan Percaya Diri; Komunikasi dan Kesopanan; Berpikir Kritis dan Kreativitas; Kompetitif dan Kolaborasi; serta Komitmen dan Konsistensi. Pada kunjungannya di SMA Taruna Nusantara ini, Menteri AHY didampingi oleh Pembina IKAWATI ATR/BPN, Annisa Pohan Yudhoyono; beberapa Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah Kepala Kantor Pertanahan. Turut hadir, Pj. Bupati Magelang beserta Forkopimda setempat. (YS/PHAL) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Menurut dilansir dari laman resmi Korlantas Polri syarat untuk membuat SIM Internasional tidak terlalu banyak, yakni siapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan, antara lain:
– SIM asli (SIM Umum);
– Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli;
Paspor asli;
– Hasil print atau capture pendaftaran dan bukti pembayaran;
– Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) khusus Warga Negara Asing (WNA).
Setelah itu, bagi pemohon mendaftar pembuatan SIM Internasional secara online dengan melakukan registrasi di https://siminternasional.korlantas.polri.go.id/.
Wartawan mencoba konfirmasi ke Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroh, Kamis (11/06/26) namun belum direspon hingga berita ini dimuat.(Rizky Tile)
Post Views: 22