Khutbah Jumat: Penderitaan Warga Palestina Terus Berlanjut, Masihkah Hati Kita Tertaut dengan Mereka?
Oleh: Amien Nurhakim, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَحَثَّ عِبَادَهُ عَلَى التَّرَاحُمِ وَالتَّعَاوُنِ، وَنَهَى عَنِ الظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,..
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan tidak hanya terlihat dari banyaknya ibadah pribadi, tetapi juga dari hidup atau matinya kepedulian kita terhadap penderitaan orang lain.
Hari-hari ini, saudara-saudara kita di Palestina kembali menghadapi kehilangan. Laporan pada 22 Juli 2026 menyebutkan 13 warga Palestina meninggal dalam serangan di berbagai wilayah Gaza. Laporan Reuters dan Associated Press juga menunjukkan bahwa serangan masih berlangsung meskipun telah ada gencatan senjata.
Lebih dari seribu warga Palestina dilaporkan meninggal sejak gencatan senjata tersebut berlaku, sementara sebagian besar penduduk Gaza bertahan di wilayah sempit, tenda pengungsian, dan bangunan yang rusak.
Bagi kita yang berada jauh dari Gaza, kabar seperti ini mungkin hanya lewat beberapa detik di layar telepon. Kita melihat angka korban, bangunan yang runtuh, tangisan ibu, serta anak-anak yang kehilangan keluarga. Setelah itu, kita melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Di sinilah iman kita diuji, jamaah sekalian. Apakah penderitaan mereka masih mengetuk hati kita? Ataukah banyaknya berita telah menjadikan kita terbiasa, lalu menganggap kematian manusia sekadar angka?
Jamaah Jumat rahimakumullah,..
Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah saudara. Persaudaraan itu tidak dibatasi oleh wilayah, bahasa, warna kulit, atau kewarganegaraan. Saudara kita di Palestina mungkin tidak pernah kita temui, tetapi mereka tetap memiliki hak untuk mendapatkan doa, perhatian, dan pertolongan kita.
Imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan ayat tersebut mengatakan:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ أَيْ فِي الدِّينِ وَالْحُرْمَةِ لَا فِي النَّسَبِ، وَلِهَذَا قِيلَ: أُخُوَّةُ الدِّينِ أَثْبَتُ مِنْ أُخُوَّةِ النَّسَبِ
Artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, yaitu bersaudara dalam agama dan kehormatan, bukan hanya dalam hubungan keturunan. Karena itu dikatakan bahwa persaudaraan agama lebih kuat daripada persaudaraan keturunan.” (Imam Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, jilid XVI, hlm. 212).
Persaudaraan yang dimaksud Al-Qur’an bukan sekadar ucapan. Persaudaraan melahirkan rasa sakit ketika saudara kita disakiti. Ia mendorong seseorang untuk membantu ketika saudaranya mengalami kesulitan.
Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh mengalami sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim).
Jamaah Jumat rahimakumullah,..
Hadits ini mengajarkan bahwa kepedulian bukan tambahan kecil dalam keimanan. Kepedulian merupakan tanda bahwa umat masih menjadi satu tubuh. Ketika satu bagian tubuh terluka, bagian tubuh yang lain tidak mungkin berkata, “Itu bukan urusanku.”
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim jilid 16 halaman 139 menjelaskan:
هَذِهِ الْأَحَادِيثُ صَرِيحَةٌ فِي تَعْظِيمِ حُقُوقِ الْمُسْلِمِينَ بَعْضِهِمْ عَلَى بَعْضٍ، وَحَثِّهِمْ عَلَى التَّرَاحُمِ وَالْمُلَاطَفَةِ وَالتَّعَاضُدِ فِي غَيْرِ إِثْمٍ وَلَا مَكْرُوهٍ
Artinya, “Hadits-hadits ini secara tegas menunjukkan besarnya hak sesama Muslim. Hadits tersebut mendorong mereka untuk saling menyayangi, berbuat lembut, dan saling membantu dalam perkara yang tidak mengandung dosa maupun kemakruhan.”
Karena itu, kepedulian kepada Palestina tidak cukup berhenti pada rasa sedih. Kesedihan yang benar seharusnya melahirkan tindakan sesuai kemampuan dan kedudukan masing-masing.
Jamaah Jumat rahimakumullah,..
Allah SWT berfirman Dalam Surah An-Nisa ayat 75:
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
Artinya, “Mengapa kamu tidak berjuang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya zalim ini. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.’”
Ayat ini menunjukkan bahwa iman tidak membenarkan sikap acuh terhadap orang-orang yang ditindas. Namun, ayat ini juga tidak boleh digunakan untuk membenarkan tindakan kekerasan perorangan, pelanggaran hukum, atau serangan kepada orang yang tidak bersalah.
Dalam kehidupan bernegara, perjuangan harus dilakukan melalui jalan yang benar, damai, terukur, dan tidak melahirkan kezaliman baru. Membela Palestina berarti berdiri bersama korban dan memperjuangkan keadilan, bukan menebarkan kebencian terhadap suatu agama, ras, atau bangsa.
Selain itu, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 8:
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
Artinya, “Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
Solidaritas kepada Palestina harus tetap berdiri di atas keadilan. Kita menolak penjajahan, pembunuhan warga sipil, penghancuran tempat tinggal, dan segala bentuk penindasan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,..
Setidaknya terdapat beberapa bentuk kepedulian yang dapat kita lakukan. Pertama, jangan pernah lelah mendoakan Palestina. Doa bukan pelarian dari kenyataan. Doa adalah pengakuan bahwa di atas seluruh kekuatan dunia terdapat kekuasaan Allah Yang Mahakuat.
Kedua, sisihkan sebagian rezeki untuk bantuan kemanusiaan. Salurkan melalui lembaga yang resmi, terpercaya, transparan, dan memiliki akses penyaluran yang jelas. Jangan sampai semangat membantu justru dimanfaatkan oleh penggalangan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ketiga, gunakan lisan dan media sosial secara bertanggung jawab. Sampaikan informasi yang benar, tetapi jangan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Jangan menjadikan foto korban sebagai bahan mengejar perhatian atau memperkeruh keadaan dengan informasi palsu.
Keempat, dukung langkah-langkah kemanusiaan dan diplomasi yang damai serta sesuai hukum. Kita dapat menyampaikan aspirasi, mengikuti kegiatan solidaritas yang tertib, mengedukasi keluarga, dan menentukan sikap konsumsi secara sadar berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kelima, jangan biarkan penderitaan Palestina menghilang dari pendidikan anak-anak kita. Ajarkan kepada mereka bahwa Masjidil Aqsa memiliki tempat penting dalam sejarah Islam. Ajarkan pula bahwa keberpihakan kepada Palestina bukan semata-mata soal kesamaan agama, tetapi juga pembelaan terhadap martabat manusia dan penolakan terhadap kezaliman.
Jamaah Jumat rahimakumullah,..
Kita mungkin merasa bantuan kita terlalu kecil. Akan tetapi, Allah tidak bertanya mengapa kita tidak melakukan sesuatu yang berada di luar kemampuan. Allah akan meminta pertanggungjawaban atas kemampuan yang telah diberikan kepada kita.
Di antara kita, ada yang mampu membantu dengan harta. Ada yang memiliki akses informasi dan dapat menyebarluaskannya ke khalayak. Ada yang memiliki pengaruh di dunia maya atau nyata, dan dapat menyuarakan keadilan. Ada pula yang hanya mampu berdoa dengan hati yang tulus. Jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Cukuplah kekhawatiran dialamatkan pada matinya kepedulian.
Semoga Allah menjaga hati kita agar tidak menjadi keras. Semoga Allah menerima doa dan bantuan yang kita berikan. Semoga Allah melindungi rakyat Palestina, menguatkan mereka, menyembuhkan yang terluka, memberi makan yang kelaparan, dan menghadirkan perdamaian yang adil.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللهِ خَيْرُ الزَّادِ لِيَوْمِ الْمَعَادِ. فَقَالَ تعالى: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ، مِنَ الْفِتَنِ وَالْبَلَاءِ وَالظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللّٰهُمَّ كُنْ لِأَهْلِنَا فِيْ فِلَسْطِيْنَ عَوْنًا وَنَصِيْرًا، وَحَافِظًا وَمُعِيْنًا. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ دِمَاءَهُمْ وَأَعْرَاضَهُمْ، وَاحْفَظْ أَطْفَالَهُمْ وَنِسَاءَهُمْ وَشُيُوْخَهُمْ. اَللّٰهُمَّ أَطْعِمْ جَائِعَهُمْ، وَاكْسُ عَارِيَهُمْ، وَآوِ مُشَرَّدَهُمْ، وَاشْفِ جَرِيْحَهُمْ، وَارْحَمْ مَوْتَاهُمْ، وَفُكَّ حِصَارَهُمْ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Sumber: Khutbah Jumat – Keislaman NU







