DaerahPeristiwa

Gas Menyengat di Tukdana Indramayu, Tiga RT Dievakuasi dan Bantuan Konsumsi Disorot

14
×

Gas Menyengat di Tukdana Indramayu, Tiga RT Dievakuasi dan Bantuan Konsumsi Disorot

Sebarkan artikel ini
Gas Menyengat di Tukdana Indramayu, Tiga RT Dievakuasi dan Bantuan Konsumsi Disorot

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Warga di wilayah yang terdampak keluarnya gas dari kegiatan Pertamina di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan suara gas yang terdengar cukup keras pada malam hari. Bau menyengat juga disebut masih tercium oleh warga pada pagi harinya.

Salah seorang warga terdampak mengatakan, suara gas terdengar cukup keras pada malam hari dan kemudian disusul bau gas yang menyengat pada pagi hari.

“Semalam suara gasnya kencang banget, dan paginya bau gas menyengat,” ujar warga.

Selain persoalan bau dan suara gas, warga juga menyoroti ketersediaan konsumsi bagi masyarakat yang menjalani evakuasi. Menurut keterangan warga, sebelumnya diharapkan tersedia sekitar 600 nasi kotak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, pada malam tersebut disebut hanya sekitar 130 nasi kotak yang tiba di lokasi.

Kondisi tersebut sempat memicu keributan saat pembagian konsumsi kepada warga.

Warga juga menyebut obat-obatan dan masker telah tersedia bagi masyarakat yang terdampak.

Berdasarkan data yang disampaikan warga, jumlah masyarakat terdampak disebut mencapai 808 jiwa, dengan rincian masing-masing 344 jiwa, 163 jiwa, dan 301 jiwa.

Tiga RT Dievakuasi

Camat Tukdana, Heka Sugara, membenarkan adanya langkah evakuasi terhadap warga di tiga RT, yakni RT 01, RT 02, dan RT 07. Evakuasi tersebut difasilitasi oleh pemerintah desa, pihak kecamatan, serta Pertamina.

Menurut Heka, lokasi evakuasi sementara berada di Masjid Pagedangan. Pertamina juga menyediakan konsumsi bagi warga yang menjalani evakuasi.

“Untuk warga terdampak gas, kami pihak Pemdes Pagedangan, Desa Sukaperna, kecamatan dan pihak Pertamina sudah memfasilitasi adanya evakuasi untuk tiga RT, RT 01, 02, dan 07. Kesepakatannya, lokasi evakuasi di Masjid Pagedangan,” ujar Heka.

Terkait keluhan mengenai keterbatasan bantuan konsumsi, pihak kecamatan mengaku telah berkoordinasi dengan Pertamina.

“Pantauan anggota kami di lapangan terkait kurangnya bantuan, kami sudah koordinasi dengan pihak Pertamina,” katanya.

Heka juga menjelaskan bahwa bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, telah disiapkan tim kesehatan dari Pertamina di dua lokasi, yakni di sekitar lokasi sumur dan lokasi evakuasi.

Namun, terkait adanya desa lain yang disebut terdampak, Heka mengatakan pihak kecamatan masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pertamina.

“Sementara ini infonya, untuk desa lain selain Pagedangan kami belum ada konfirmasi dari pihak Pertamina. Sampai saat ini pihak Pertamina baru menetapkan satu desa, yakni Pagedangan,” jelasnya.

Mengenai jumlah nasi kotak yang disediakan, Heka mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang menjalani evakuasi.

“Bantuan nasi kotak itu untuk warga yang evakuasi. Semalam Pertamina mengirimkan 130 kotak,” ujar Heka.

Pertamina: Nasi Kotak untuk Warga yang Direlokasi

Sementara itu, Dede Darmawan selaku Humas Pertamina ketika dimintai keterangan terkait kondisi tersebut menyampaikan bahwa dirinya bukan pihak yang berwenang memberikan pernyataan resmi mengenai persoalan tersebut.

“Waalaikumsalam mas, punten sebelumnya untuk spoke person-nya bukan di saya ya mas, jadi saya tidak berwenang untuk memberikan statement apa pun,” kata Dede melalui pesan komunikasi.

Namun, dalam komunikasi dengan Camat Tukdana terkait bantuan konsumsi, Dede menyampaikan bahwa pihak Pertamina akan melakukan koordinasi dengan tim internal.

“Baik Pak Camat, saya coba follow up ke tim dulu. Punten Pak Camat, untuk nasi kotak kami sediakan untuk yang direlokasi ke area pengungsian dan tidak bisa masak,” demikian isi pesan Dede kepada Camat Tukdana.

Perbedaan informasi tersebut menjadi perhatian di lapangan. Warga menyampaikan adanya kebutuhan konsumsi dalam jumlah lebih besar, sementara informasi dari pihak Pertamina melalui komunikasi dengan camat menyebut nasi kotak disediakan bagi warga yang direlokasi ke area pengungsian dan tidak dapat memasak.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai jumlah keseluruhan warga yang terdampak, cakupan wilayah terdampak, serta penjelasan resmi Pertamina mengenai kondisi keluarnya gas dan penyaluran bantuan masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.

Kabarnusa24.com terus berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Pertamina mengenai kondisi tersebut, termasuk langkah penanganan, hasil pemantauan kualitas udara, serta bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin