SITUBONDO, Kabarnusa24.Com — Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, mendapat amanah baru di tingkat nasional. Namanya tercantum dalam jajaran Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Penetapan tersebut menambah ruang pengabdian KHR Azaim, yang selama ini dikenal aktif dalam dunia pesantren, pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan masyarakat. Kini, kiprahnya di lingkungan pesantren beriringan dengan amanah dalam struktur organisasi keagamaan yang memiliki jaringan luas di berbagai daerah di Indonesia.
Susunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 diumumkan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Dalam struktur tersebut, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy tercantum sebagai salah satu Rais bersama sejumlah tokoh lainnya. Ia akan menjalankan amanah di jajaran Syuriyah PBNU bersama Rais Aam KH Miftachul Akhyar.
Bagi kalangan pesantren, nama KHR Ahmad Azaim Ibrahimy bukanlah sosok asing. Ia merupakan pengasuh keempat Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo, yang meneruskan estafet kepemimpinan pesantren tersebut sejak 2012.
Amanah baru di PBNU tersebut melengkapi perjalanan pengabdiannya selama lebih dari satu dekade dalam memimpin salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang di Jawa Timur.
KHR Ahmad Azaim Ibrahimy lahir pada 25 Januari 1980. Ia merupakan putra dari KH Dhofier Munawwar dan Nyai Hj Zainiyah As’ad. Dari garis keluarga, KHR Azaim memiliki keterikatan erat dengan sejarah dan perkembangan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Pesantren tersebut dirintis oleh KHR Syamsul Arifin pada 1908 dan mulai menerima santri pada 1914. Kepemimpinan pesantren kemudian dilanjutkan oleh KHR As’ad Syamsul Arifin pada periode 1951–1990.
Selanjutnya, estafet kepemimpinan diteruskan oleh KHR Achmad Fawaid As’ad pada 1990–2012. Setelah itu, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy sejak 2012 hingga sekarang.
Pergantian kepemimpinan di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo bukan sekadar proses regenerasi, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan tradisi pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dibangun oleh para pendahulunya.
Di bawah kepemimpinan KHR Azaim, Sukorejo terus menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam dengan mengembangkan pendidikan berbasis keilmuan, pembinaan karakter, serta penguatan kapasitas santri.
Peran tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren dalam mempersiapkan generasi yang memiliki bekal keilmuan sekaligus mampu berkontribusi di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan masuknya KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dalam jajaran Rais PBNU periode 2026–2031, kiprah pengabdiannya kini juga mendapat ruang di tingkat nasional. Amanah tersebut sekaligus menempatkan pengalaman panjangnya dalam dunia pesantren sebagai bagian dari perjalanan pengabdian di lingkungan Nahdlatul Ulama.







