DEPOK, Kabarnusa24.com || Program Makan Bergizi (MBG) yang awalnya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa justru mulai kehilangan daya tariknya di kalangan pelajar di wilayah Kota Depok.
Beredarnya sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang ibu memindahkan nasi dan lauk-pauk dari wadah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam wadah pribadi. Peristiwa yang disebut terjadi di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, pada Jumat (12/06/26) itu memicu perhatian dan beragam tanggapan dari berbagai kalangan Masyarakat.
Dalam video yang beredar, makanan yang dipindahkan diduga merupakan sisa jatah MBG milik sejumlah siswa yang tidak dihabiskan. Rekaman tersebut juga menunjukkan masih banyak nasi dan lauk MBG yang tersisa. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan makanan dalam program tersebut serta menjadi bahan evaluasi agar makanan yang disediakan dapat dikonsumsi secara optimal oleh para siswa.
Berbagai pihak menilai sisa makanan dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti menu yang kurang sesuai dengan selera anak, atau keterbatasan waktu makan. Karena itu, diperlukan evaluasi dan komunikasi antara sekolah, penyedia makanan, orang tua, dan pihak terkait agar tujuan program MBG dalam meningkatkan gizi anak dapat tercapai secara maksimal tanpa menyisakan banyak makanan terbuang.
“Seharusnya pihak pengelola, dalam hal ini SPPG khususnya Kota Depok lebih transparan dan memperhatikan kualitas rasa serta gizi. Jangan sampai anggaran yang sudah ditetapkan untuk kesejahteraan siswa justru menyusut di tengah jalan sehingga porsinya menjadi sangat memprihatinkan dan sangat mubazir banget,” Ujar Yuli (46) Warga Bulak Barat, Kota Depok.
Tak hanya itu, Yuli juga meminta agar instansi terkait, baik dinas pendidikan maupun satgas yang mengawasi program MBG, segera melakukan audit dan evaluasi mendalam di lapangan. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa setiap sekolah mendapatkan perlakuan dan standar kualitas makanan yang sama tanpa ada oknum yang mengambil keuntungan sepihak.” ujarnya.
“Saya sebagai orang tua berharap pemerintah daerah tidak tutup mata dengan keluhan ini, karena jika terus dibiarkan, tujuan utama untuk mencerdaskan anak bangsa melalui gizi yang baik tidak akan pernah tercapai maksimal,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dapur SPPG wilayah Pasir Putih Kota Depok belum memberikan keterangan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan.(Rizky Tile)







