Indramayu, kabarnusa24.com
Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, deretan pedagang bendera Merah Putih mulai menghiasi sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Indramayu. Di balik semarak nuansa kemerdekaan, tersimpan kisah perjuangan para perantau yang mengadu nasib demi menghidupi keluarga.
Salah satunya Heri (53), warga Watubelah, Kabupaten Cirebon. Ia mengaku telah puluhan tahun rutin berjualan bendera di Indramayu, bahkan sejak sekitar tahun 1993.
Setiap memasuki bulan Agustus, Heri rela meninggalkan kampung halamannya dan menyewa kamar kos agar dapat berjualan hingga menjelang peringatan 17 Agustus.
“Sudah hampir setiap tahun saya berjualan di Indramayu. Alhamdulillah selalu ada rezeki,” ujarnya.
Di lapak lain, Agus Mulyadi (45), pedagang asal Garut, juga datang bersama rekannya untuk mencari rezeki musiman. Menurutnya, pembeli mulai berdatangan sejak akhir Juli seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan atribut perayaan kemerdekaan.
Ia menjual berbagai ukuran bendera Merah Putih dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp90.000 per lembar, tergantung ukuran dan kualitas bahan.
Berdasarkan pengalamannya pada tahun-tahun sebelumnya, Agus mengaku omzet penjualan selama musim peringatan kemerdekaan dapat mencapai belasan juta rupiah.
Bagi para pedagang musiman ini, bendera Merah Putih bukan sekadar barang dagangan. Di setiap helai yang berkibar, tersimpan harapan agar perjuangan mereka di bawah terik matahari di tepi jalan Indramayu dapat menghadirkan rezeki dan kebahagiaan bagi keluarga yang menanti di kampung halaman.







