BREBES, Kabarnusa24.com
Pemulihan ekosistem mangrove kini bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan benteng pertahanan masa depan kawasan pesisir Indonesia. Mewujudkan visi tersebut, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, turun langsung memimpin gerakan penanaman mangrove bersama lintas sektor di Pantai Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Inisiatif bertajuk “Menanam Hari Ini untuk Generasi Esok” ini menjadi bukti nyata kolaborasi solid antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan komunitas demi menyukseskan target nasional dua miliar pohon.
Dalam arahannya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa pemulihan mangrove merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan. “Penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk memulihkan lingkungan dan menjaga masa depan. Mari kita perkuat kolaborasi agar setiap mangrove yang ditanam benar-benar tumbuh, melindungi pesisir, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Menteri Jumhur.
Mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami kawasan pesisir dari ancaman abrasi, banjir rob, dan gelombang pasang. Selain menjadi habitat berbagai biota, ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif sehingga berkontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, Indonesia masih memiliki sekitar 770 ribu hektare habitat mangrove yang memerlukan upaya pemulihan melalui kerja sama berbagai pihak.
Menurut Menteri Jumhur, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak dapat dicapai oleh pemerintah sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas pegiat lingkungan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, hingga para relawan agar setiap pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Brebes, Wurja, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Jumhur di Kabupaten Brebes. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan, khususnya melalui rehabilitasi mangrove sebagai langkah melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Brebes. Kehadiran beliau menjadi motivasi sekaligus penyemangat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Kami berkomitmen memperkuat upaya pemulihan ekosistem mangrove melalui penanaman yang berkelanjutan sebagai langkah nyata melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob,” tutur Wurja.
Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Randusanga Kulon diharapkan menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir. Selain memberikan manfaat ekologis melalui perlindungan kawasan pantai dan peningkatan kualitas lingkungan hidup, rehabilitasi mangrove juga diharapkan mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
KLH/BPLH mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung target nasional penanaman 2 miliar pohon sebagai gerakan bersama memulihkan lingkungan hidup. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mewariskan bumi yang lebih lestari bagi generasi mendatang.(Rizky Tile)







