LUMAJANG,Kabarnusa24.Com.Sabtu,11/7/2026– Di balik kayuhan sepeda yang menempuh jalan menuju Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Sabtu (11/7/2026), tersimpan pesan yang lebih besar daripada sekadar olahraga. Sekitar 50 anggota Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Lumajang memilih mengawali akhir pekan dengan mengenang jasa 18 anggota Kepolisian Republik Indonesia yang gugur dalam pertempuran melawan pasukan Belanda pada 1947.
Kegiatan yang dikemas dalam Gowes Gembira PP Polri Lumajang itu menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang Polri yang telah mengorbankan jiwa demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Rombongan terdiri atas purnawirawan Polri, Warakawuri Polri, serta masyarakat pecinta sepeda yang tergabung dalam komunitas gowes PP Polri Lumajang.
Wakil Ketua Gowes Gembira PP Polri Lumajang, Kompol (Purn) Edy Sujarwo, mengatakan komunitas gowes tersebut telah berdiri sekitar lima tahun dan secara konsisten menjadikan Monumen Tumpeng sebagai tujuan utama setiap peringatan gugurnya para pejuang Polri.
“Monumen Tumpeng menjadi pengingat bahwa di tempat inilah 18 anggota Polri gugur saat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka dipimpin IPTU Jamaari, yang namanya kini diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kabupaten Lumajang,” ujar Edy.
Menurut Edy, kegiatan tersebut bukan hanya untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus Polri agar tidak melupakan sejarah pengabdian institusi kepolisian dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
“Kami ingin generasi Polri mengetahui bahwa di Desa Tumpeng terdapat Monumen Perjuangan Polisi yang menjadi simbol keberanian dan pengorbanan anggota Polri dalam melawan penjajah. Semangat perjuangan itu harus terus diwariskan dan tidak boleh hilang ditelan zaman,” katanya.
Selain menjadi momentum refleksi sejarah, kegiatan gowes juga bertujuan menjaga kebugaran dan mempererat tali silaturahmi di antara para purnawirawan Polri. Setiap hari Sabtu, komunitas tersebut rutin menggelar gowes bersama dengan rute yang berbeda-beda.
Edy menjelaskan, PP Polri Lumajang tidak hanya aktif di bidang olahraga, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, seperti memberikan santunan kepada anggota yang sakit, membantu anak yatim piatu, hingga mengadakan rekreasi bersama setiap tiga bulan sekali sebagai sarana menjaga kesehatan fisik dan memperkuat kebersamaan.
“Kami berharap para purnawirawan Polri tetap sehat, panjang umur, penuh semangat, dan selalu bergembira. Melalui kegiatan ini kami juga ingin memastikan semangat perjuangan para pendahulu tetap hidup dan terus dikenang oleh generasi Polri berikutnya,” tuturnya.
Bagi para peserta, kayuhan menuju Monumen Tumpeng bukan sekadar perjalanan olahraga. Setiap putaran roda menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus pengingat bahwa sejarah perjuangan Polri harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(D.S-red)





