Indramayu, kabarnusa24.com
Warga di Kabupaten Indramayu, Cirebon, Kuningan, Majalengka hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa dibuat heboh oleh kemunculan cahaya terang berwarna biru yang melintas cepat di langit pada Sabtu (11/7) malam. Fenomena tersebut sempat memicu berbagai spekulasi di media sosial karena disertai kilatan cahaya yang terlihat sangat jelas dari berbagai wilayah.
Menanggapi fenomena tersebut, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memastikan bahwa cahaya misterius itu merupakan meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi dan melintasi Pulau Jawa.
Thomas menjelaskan, berdasarkan hasil analisis sementara, meteor pertama kali terdeteksi saat melintas di atas Laut Jawa dan mulai terlihat dari wilayah Bekasi sekitar pukul 21.22 WIB. Pada fase awal, meteor masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak kecil dengan cahaya berwarna putih.
Memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 120 kilometer, batuan antariksa tersebut mengalami gesekan sangat kuat dengan lapisan udara hingga terbakar dan menghasilkan cahaya yang semakin terang.
Meteor kemudian bergerak ke arah tenggara melintasi wilayah Jawa Barat bagian timur. Saat berada di sekitar Cirebon dan Kuningan, sejumlah warga mengaku mendengar suara dentuman yang cukup keras.
Menurut Thomas, dentuman tersebut merupakan gelombang kejut (shock wave) yang muncul akibat meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer bagian bawah.
Perjalanan meteor berlanjut hingga terlihat di wilayah Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB. Di lokasi tersebut, warna cahaya meteor berubah menjadi hijau akibat unsur magnesium yang terkandung dalam batuan antariksa terbakar pada suhu yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis sementara BRIN, meteor tersebut diduga terus melaju hingga akhirnya jatuh di Samudera Hindia, tepatnya di wilayah selatan Jawa Timur atau Bali.
Fenomena ini merupakan peristiwa alam yang tergolong langka dan tidak berkaitan dengan aktivitas benda terbang lain maupun fenomena supranatural. Kemunculannya berhasil menarik perhatian masyarakat karena dapat disaksikan dari berbagai daerah di Pulau Jawa.






