BeritaDaerah

Penyaluran Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Kabupaten Bekasi Capai 20 Titik Lokasi

11
×

Penyaluran Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Kabupaten Bekasi Capai 20 Titik Lokasi

Sebarkan artikel ini
Penyaluran Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Kabupaten Bekasi Capai 20 Titik Lokasi

BEKASI,- Penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi terus diperluas. Hingga Minggu (12/7/2026) pukul 23.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Delta Mas telah melayani 20 titik distribusi air bersih di enam desa pada tiga kecamatan dengan total bantuan mencapai 575.000 liter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat seiring memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen serta permohonan dari pemerintah desa agar masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat segera terlayani,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD, sebanyak 2.416 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan, sementara wilayah terdampak mencakup enam desa di tiga kecamatan, yakni Cibarusah, Serang Baru, dan Bojongmangu.

Adapun desa yang menjadi lokasi penyaluran air bersih meliputi Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah, Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru, serta Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu. Seluruhnya tersebar di 20 titik distribusi yang menjadi prioritas penanganan BPBD.

Dalam pelaksanaannya, BPBD tidak bekerja sendiri. Dari total 575.000 liter air bersih yang telah disalurkan, BPBD mendistribusikan 380.000 liter, PMI 170.000 liter, dan Delta Mas memberikan dukungan sebanyak 25.000 liter.

Menurut Dodi, kolaborasi antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Bhagasasi sebagai penyedia air bersih, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan dampak kekeringan, terutama di wilayah yang setiap tahun mengalami keterbatasan pasokan air bersih saat musim kemarau.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami memastikan personel, armada, dan stok air bersih tetap siaga. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin