DaerahPeristiwa

Tragedi Maut Pantura Indramayu Jadi Alarm, Kebiasaan Naik Pick up untuk Angkut Penumpang Disorot

4
×

Tragedi Maut Pantura Indramayu Jadi Alarm, Kebiasaan Naik Pick up untuk Angkut Penumpang Disorot

Sebarkan artikel ini
Tragedi Maut Pantura Indramayu Jadi Alarm, Kebiasaan Naik Pick up untuk Angkut Penumpang Disorot

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Tragedi kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu membuka kembali perhatian terhadap kebiasaan masyarakat yang masih menggunakan mobil bak terbuka (pikap) untuk mengangkut penumpang.

Kepala Desa Cempeh mengungkapkan bahwa penggunaan mobil pikap untuk mengangkut rombongan pengantin maupun buruh tani telah lama menjadi kebiasaan warga. Meski menyadari praktik tersebut tidak sesuai dengan aturan lalu lintas, pertimbangan efisiensi serta kemampuan kendaraan mengangkut banyak orang membuat kebiasaan itu masih terus dilakukan.

Namun, kebiasaan tersebut berakhir tragis. Sebuah mobil pikap yang mengangkut 18 penumpang terlibat kecelakaan setelah ditabrak dua truk di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7). Akibat kecelakaan itu, 12 orang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa memilukan tersebut menjadi pengingat bahwa bak terbuka bukanlah tempat yang diperuntukkan untuk mengangkut penumpang. Saat terjadi kecelakaan, penumpang di bak terbuka memiliki risiko cedera hingga kehilangan nyawa yang jauh lebih besar.

Menyikapi kejadian itu, Polres Indramayu mengimbau masyarakat agar tidak lagi menggunakan mobil pikap sebagai sarana angkutan penumpang. Warga diminta memanfaatkan kendaraan yang memang dirancang untuk mengangkut orang demi menjamin keselamatan bersama dan mencegah terulangnya tragedi serupa.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin