BeritaDaerah

PATRAH Gelar Silaturahmi Akbar di Bogor Guna Perkuat Persatuan Trah Kesultanan Banten dan Lestarikan Warisan Budaya

17
×

PATRAH Gelar Silaturahmi Akbar di Bogor Guna Perkuat Persatuan Trah Kesultanan Banten dan Lestarikan Warisan Budaya

Sebarkan artikel ini
PATRAH Gelar Silaturahmi Akbar di Bogor Guna Perkuat Persatuan Trah Kesultanan Banten dan Lestarikan Warisan Budaya
ketum Patrah, P.R. Tb. AFZ Mandura Raja menyampaikan sambutan diacara silaturahmi akbar PATRAH

BOGOR,- Persatuan Trah Kesultanan Banten (PATRAH) menggelar Silaturahmi Akbar sebagai ajang mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Kesultanan Banten pada Minggu (12/7/206).

Diacaranya mengusung tema “Merawat Warisan Kesultanan, Mengokohkan Persatuan, Menghadirkan Kemaslahatan.” Dihadiri oleh para keturunan Trah Kesultanan Banten, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para undangan dari berbagai daerah bertempat di majlis riyadoh pancer dalem agung sabatin, jl. Tapos Lbc, Cileungsi, kecamatan Ciawi, kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Silaturahmi PATRAH menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya dan sejarah Kesultanan Banten agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” ujar ketum Patrah, P.R. Tb. AFZ Mandura Raja

Dalam kesempatan itu, para tokoh PATRAH mengajak seluruh anggota trah untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta berperan aktif dalam melestarikan adat istiadat dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

“Selain menjadi wadah mempererat hubungan antarketurunan Kesultanan Banten, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah, budaya, dan jati diri bangsa melalui warisan Kesultanan Banten.” harapnya

Dengan terselenggaranya Silaturahmi Akbar ini, PATRAH menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai persatuan, melestarikan budaya, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui semangat kebersamaan dan kekeluargaan. (**)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin