JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Satu petugas gugur dalam tugas saat berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Sampah, Jalan Penggilingan Baru I, Rambutan, Jakarta Timur. Sabtu (01/08/26).
Menurut informasi yang didapat dari warga, kebakaran diduga berawal dari pembakaran ban, kemudian diketahui warga saat pagi hari Pukul 07.00 WIB karena api beserta asap mengepul.
Dalam pemadaman ada satu korban jiwa yaitu Kepala Regu Grup Cepu Gulkarmat Jakarta Timur Sektor Cipayung, Semoga korban meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya petugas tersebut.
Hingga pukul 22.46 WIB Petugas damkar masih melakukan pendinginan agar tidak terjadi kebakaran lagi.
Hingga saat tim yang berada dilapangan tidak bisa mendapatkan informasi lebih jelas karena beberapa petugas yang berada dilokasi belum dapat memberikan keterangan, hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.
Disisi lainnya dikatakan Kadis Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan Andriyono gugur saat menangani kebakaran yang terjadi pada Sabtu (01/08/26).
Dirinya mengatakan Damkar DKI berduka atas peristiwa itu. “Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta turut berdukacita atas wafatnya Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Bapak Andriyono,” Ujarnya Bayu dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).
Bayu mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 07.02 WIB. Damkar kemudian mengerahkan sepuluh unit mobil damkar dan 50 personel damkar ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Operasi pemadaman dimulai pada pukul 07.11 WIB. Api berhasil dilokalisir pada pukul 11.35 WIB. Selanjutnya, proses pendinginan dimulai pada pukul 13.15 WIB dan hingga saat ini masih berlangsung untuk mengurai material yang mudah terbakar,” Ujarnya.
Bayu mengatakan Andriyono bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari tim pendukung operasi. Dia mengatakan Andriyono tidak berada pada posisi pemadaman api secara langsung.
“Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis. Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda,” Ujarnya.
Kondisi Andriyono makin menurun. Dia sempat mendapat penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
“Di rumah sakit, tim medis telah melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP). Namun almarhum dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung,” Ujarnya.
“Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” Ujarnya.(Tile)







