SUMENEP, Kabarnusa24.Com — Gangguan kelistrikan kembali dikeluhkan masyarakat di wilayah Desa Nonggunong, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Madura.
Tegangan listrik dari jaringan PLTD Sapudi disebut mengalami naik-turun (fluktuasi voltase) yang terjadi berulang kali dan hingga kini belum mendapatkan penanganan khusus dari pihak terkait.
Kondisi tersebut membuat warga merasa resah. Pasalnya, perubahan tegangan secara tiba-tiba dikhawatirkan dapat merusak berbagai peralatan elektronik rumah tangga yang sedang menyala, terutama perangkat yang tidak menggunakan stabilizer (stavol).
Salah seorang warga Desa Nonggunong, Opik, mengungkapkan bahwa kondisi voltase listrik yang tidak stabil tersebut cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat.
“Kalau lampu voltasenya naik turun, bisa membuat alat elektronik rusak, terutama yang sedang menyala dan tidak menggunakan stavol, seperti kulkas, TV dan peralatan elektronik lainnya,” ujar Opik.
Menurut warga, persoalan ini bukan sekadar lampu rumah yang redup atau terang secara tidak normal. Fluktuasi tegangan listrik menyangkut keamanan dan keberlangsungan penggunaan peralatan elektronik milik masyarakat.
Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin warga harus menanggung kerugian akibat kerusakan perangkat elektronik yang mereka miliki.
Warga pun mempertanyakan sejauh mana perhatian dan pengawasan terhadap kualitas pasokan listrik di wilayah Desa Nonggunong. Sebab, masyarakat sebagai pelanggan tentu berharap mendapatkan pelayanan kelistrikan yang aman dan stabil.
Jangan sampai masyarakat hanya diminta membayar tagihan listrik tepat waktu, sementara ketika kualitas pelayanan mengalami gangguan, warga justru harus menunggu tanpa kepastian penanganan.
Warga Desa Nonggunong meminta petugas PLN segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jaringan maupun sumber pembangkit yang diduga menjadi penyebab terjadinya naik-turunnya tegangan listrik tersebut.
Masyarakat juga berharap pihak PLN tidak menunggu sampai terjadi kerusakan massal pada peralatan elektronik warga. Penanganan seharusnya dilakukan sejak keluhan mulai muncul, bukan setelah masyarakat mengalami kerugian.
“Dimohon kepada petugas PLN segera melakukan penanganan di wilayah Desa Nonggunong Kecamatan Nonggunong agar persoalan voltase naik turun ini tidak terus terjadi dan merugikan masyarakat,” harap warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab gangguan voltase tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Warga menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji. Pemeriksaan teknis dan perbaikan jaringan diharapkan segera dilakukan demi memastikan pasokan listrik di Desa Nonggunong kembali stabil dan aman bagi masyarakat.







