Nasional

Bangun Citra dan Kredibilitas Perusahaan, Kemenperin Perkuat Kesiapan Industri Agro Tembus Pasar Global

3
×

Bangun Citra dan Kredibilitas Perusahaan, Kemenperin Perkuat Kesiapan Industri Agro Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Bangun Citra dan Kredibilitas Perusahaan, Kemenperin Perkuat Kesiapan Industri Agro Tembus Pasar Global
Foto : Dok.Ist/Kemenperin

JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri agro nasional sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi dan percepatan hilirisasi.

Langkah ini ditempuh untuk memacu industri agro Indonesia menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, memperluas akses pasar ekspor, sekaligus memperkokoh posisinya dalam rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang menjadi modal strategis bagi pengembangan industri agro.

Menurutnya, potensi tersebut harus dioptimalkan melalui peningkatan kemampuan industri dalam menghasilkan produk yang berkualitas, memenuhi standar internasional, serta mampu menjawab kebutuhan pasar global yang terus berkembang.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat diolah menjadi produk industri bernilai tambah tinggi dan memiliki daya saing di pasar global. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku industri menjadi bagian penting dari strategi pengembangan industri nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (07/08/26).

Menurut Menperin, kemampuan menembus pasar ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kesiapan perusahaan memahami karakteristik pasar tujuan, memenuhi persyaratan regulasi, serta membangun citra dan kredibilitas perusahaan di mata pembeli internasional.

“Pasar global semakin kompetitif dan memiliki persyaratan yang semakin kompleks. Industri nasional harus mampu membaca peluang pasar, memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, serta menunjukkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan. Dengan demikian, produk Indonesia tidak hanya mampu masuk ke pasar global, tetapi juga memiliki posisi yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Ekspor pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta yang diikuti oleh 20 peserta dari 16 perusahaan industri rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu.


Bangun Citra dan Kredibilitas Perusahaan, Kemenperin Perkuat Kesiapan Industri Agro Tembus Pasar Global
Foto : Dok.Ist/Kemenperin

Keempat komoditas tersebut dinilai memiliki potensi pengembangan yang besar untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah tinggi dan memiliki peluang pasar internasional.

Untuk itu, Kemenperin memacu penguatan kemampuan pelaku industri dalam mengelola strategi ekspor secara lebih terukur dan berbasis kebutuhan pasar.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa Bimtek Manajemen Ekspor merupakan langkah konkret untuk membekali para pelaku industri dengan kemampuan praktis dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional.

“Penguatan akses pasar harus diikuti dengan kesiapan industri. Pelaku usaha perlu memiliki kemampuan membaca peluang pasar secara tepat, memahami persyaratan negara tujuan ekspor, serta mampu menyampaikan keunggulan produknya secara efektif kepada calon pembeli global,” ujar Putu.

Ia menjelaskan, materi Bimtek mencakup pemanfaatan market intelligence untuk mengidentifikasi peluang pasar dan mendukung pengambilan keputusan bisnis berbasis data.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pemenuhan persyaratan mutu (quality assurance) dan keamanan pangan (food safety) sesuai regulasi negara tujuan ekspor.

Selain itu, Kemenperin memperkenalkan pentingnya aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi membangun daya saing produk Indonesia. Peserta dibekali kemampuan menyusun Sustainability Company Profile dan Sustainability Pitch Deck sebagai instrumen untuk mengomunikasikan komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan dan tata kelola kepada pasar global.

“Tren pasar internasional menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan penting bagi buyers. Karena itu, industri kita harus mampu menunjukkan bukan hanya produk yang berkualitas, tetapi juga bagaimana perusahaan menjalankan proses bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tutur Putu.

Untuk memastikan materi dapat diterapkan secara langsung, pelaksanaan Bimtek dikemas melalui kombinasi diskusi kelompok, sharing session pengalaman ekspor, analisis studi kasus, dan workshop penyusunan materi promosi.

Pendekatan tersebut memungkinkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga menghasilkan dokumen strategi ekspor yang dapat digunakan dalam pengembangan bisnis perusahaan.

Putu menegaskan, penguatan kompetensi manajemen ekspor merupakan bagian dari upaya Kemenperin membangun ekosistem industri agro yang semakin berorientasi pada pasar global.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan perusahaan dalam memperluas jejaring bisnis internasional, meningkatkan nilai tambah produk, dan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan mitra di berbagai negara,” ungkapnya.

Kemenperin optimistis penguatan kapasitas industri tersebut akan semakin membuka peluang bagi produk industri agro Indonesia untuk memasuki pasar internasional.

Produk berbasis rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas, tetapi berkembang menjadi produk industri bernilai tambah yang mampu memiliki posisi dan daya saing di pasar global.

“Ke depan, kami optimis semakin banyak produk industri agro Indonesia yang akan dikenal dan diterima di pasar dunia. Untuk itu, hilirisasi, peningkatan kualitas, penguatan SDM, serta kemampuan membaca dan memenuhi kebutuhan pasar global harus terus berjalan secara bersamaan,” pungkas Putu.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin