Daerah

Jelang Satu Abad, Pencak Organisasi Targetkan Konsolidasi Nasional dan Pertunjukan Kolosal 700 Penari

13
×

Jelang Satu Abad, Pencak Organisasi Targetkan Konsolidasi Nasional dan Pertunjukan Kolosal 700 Penari

Sebarkan artikel ini
Jelang Satu Abad, Pencak Organisasi Targetkan Konsolidasi Nasional dan Pertunjukan Kolosal 700 Penari
oplus_2

Jelang Satu Abad, Pencak Organisasi Targetkan Konsolidasi Nasional dan Pertunjukan Kolosal 700 Penari

LUMAJANG, kabarnusa 24.com— Pengurus Pusat Pencak Organisasi (PO) periode 2026–2030 menegaskan komitmennya melakukan konsolidasi organisasi dan menatap masa depan dengan mengesampingkan dinamika yang terjadi dalam proses pemilihan kepengurusan sebelumnya.

 

Sekretaris Jenderal Pencak Organisasi, Bukasan, menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Pencak Organisasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

 

Menurut Bukasan, seluruh tahapan pemilihan dan pembentukan Pengurus Pusat Pencak Organisasi telah selesai setelah kepengurusan baru periode 2026–2030 dilantik.

 

“Prosesi pemilihan Pengurus Pusat Pencak Organisasi sudah selesai. Pengurus baru sudah dibentuk dan dilantik,” ujar Bukasan.

 

Ia menegaskan, setelah pelantikan tersebut, seluruh proses organisasi pada periode sebelumnya harus dianggap selesai. Seluruh jajaran PO di tingkat pusat, cabang hingga ranting diminta kembali fokus menjalankan tanggung jawab organisasi.

 

Bukasan mengajak seluruh warga PO untuk tidak lagi memperdebatkan dinamika masa lalu. Menurut dia, berbagai peristiwa yang terjadi dalam proses sebelumnya cukup menjadi catatan sejarah organisasi.

 

“Orang-orang hebat dan orang-orang yang berilmu akan berbicara tentang cita-cita, ide dan masa depan. Bukan membicarakan peristiwa masa lalu atau sesama warga PO,” katanya.

 

Ia berharap momentum pergantian kepengurusan menjadi titik awal untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong dan eksistensi Pencak Organisasi di seluruh Indonesia.

 

Targetkan Harlah Satu Abad Lebih Spektakuler

 

Momentum Harlah ke-99 tahun ini sekaligus menjadi persiapan menuju usia satu abad Pencak Organisasi pada tahun depan.

 

Bukasan mengatakan, peringatan satu abad Pencak Organisasi harus menjadi momentum bersejarah yang dirayakan secara lebih meriah dan melibatkan seluruh warga PO dari berbagai daerah.

 

Ia bahkan menggagas pertunjukan tari kolosal dengan melibatkan sedikitnya 500 hingga 700 penari dari berbagai cabang Pencak Organisasi.

 

“Kalau tahun ini penarinya hanya beberapa orang, kami bercita-cita satu abad berdirinya Pencak Organisasi akan menyajikan tari kolosal yang melibatkan seluruh warga PO, bisa 500 bahkan lebih,” ujarnya.

 

Selain pertunjukan tari kolosal, rangkaian peringatan satu abad juga diharapkan menampilkan lebih banyak kuda dibandingkan peringatan tahun ini yang dikawal sekitar 100 ekor kuda.

 

Bukasan menyebut Kabupaten Jember telah menyatakan kesanggupan mengirimkan sekitar 100 penari untuk mengikuti pertunjukan kolosal pada peringatan satu abad PO.

 

Ia kemudian menantang cabang-cabang lain, khususnya di Kabupaten Lumajang, untuk mengirimkan jumlah penari yang lebih besar.

 

“Yang ada di Kabupaten Lumajang harus bisa menyajikan lebih dari yang dikirimkan Kabupaten Jember,” katanya.

 

Menurut dia, pertunjukan kolosal tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan dan gotong royong seluruh warga Pencak Organisasi.

 

Jadikan 27 Agustus Momentum Renungan

 

Selain agenda satu abad, Pengurus Pusat Pencak Organisasi juga berencana menjadikan setiap 27 Agustus sebagai momentum khusus bagi seluruh warga PO di Indonesia.

 

Tanggal tersebut berkaitan dengan sejarah berdirinya Pencak Organisasi yang didirikan oleh Imam Suja’i.

 

Bukasan mengatakan, Pengurus Pusat nantinya akan menerbitkan instruksi kepada seluruh cabang dan ranting agar setiap 27 Agustus diisi dengan kegiatan renungan dan doa bersama untuk mengenang jasa pendiri Pencak Organisasi.

 

“Setiap tanggal 27 Agustus kami akan menginstruksikan kepada seluruh cabang yang ada di Indonesia agar bersama-sama melaksanakan renungan dan doa kepada Bapak Imam Suja’i karena beliau yang mendirikan Pencak Organisasi,” tuturnya.

 

Dorong Cabang dan Ranting Aktif di Media Sosial

 

Pengurus Pusat juga mendorong seluruh cabang dan ranting memiliki serta mengelola akun media sosial secara aktif.

 

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan kegiatan positif Pencak Organisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Bukasan mengatakan, aktivitas organisasi yang ditampilkan secara positif melalui media sosial dapat meningkatkan kebanggaan warga PO sekaligus menjadi sarana menjaga nama baik organisasi.

 

“Kami minta kepada seluruh ranting dan cabang agar punya akun media sosial untuk kegiatan-kegiatan ranting maupun cabang,” katanya.

 

Menurut dia, semakin aktif kegiatan positif PO ditampilkan di ruang digital, semakin besar pula peluang masyarakat mengenal Pencak Organisasi.

 

Media sosial, lanjut Bukasan, juga dapat menjadi sarana kontrol sosial bagi anggota agar tidak terjebak dalam aktivitas yang dapat merugikan nama baik organisasi.

 

Rakernas Bahas Program dan AD/ART

 

Usai rangkaian Harlah ke-99, Pengurus Pusat Pencak Organisasi dijadwalkan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

 

Rakernas tersebut akan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk rencana kerja organisasi serta pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

 

Bukasan menegaskan, AD/ART akan menjadi salah satu pedoman penting bagi seluruh jajaran organisasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

 

Ia meminta Dewan Pendekar serta seluruh pengurus Pencak Organisasi di berbagai tingkatan untuk bersama-sama membangun organisasi agar semakin tertata, solid dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Marilah kita berpikir ke depan, bersama-sama bekerja untuk menata PO menjadi lebih baik dan menjadikan eksistensi PO benar-benar bermanfaat,” ujar Bukasan.

 

Ia menambahkan, tanggung jawab pengurus baru tidak ringan. Enam sumpah dan janji yang telah diikrarkan saat pelantikan harus diwujudkan dalam kerja nyata, termasuk menjaga dan melaksanakan AD/ART organisasi.

 

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, Pencak Organisasi kini menatap babak baru. Momentum menuju satu abad diharapkan bukan hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga menjadi tonggak konsolidasi nasional untuk memperkuat persatuan, prestasi, seni budaya dan pengabdian Pencak Organisasi kepada masyarakat.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin