Daerah

FKUB Lumajang Gandeng 4 Rumah Sakit, Layanan Kerohanian Pasien Lintas Agama Diperkuat

14
×

FKUB Lumajang Gandeng 4 Rumah Sakit, Layanan Kerohanian Pasien Lintas Agama Diperkuat

Sebarkan artikel ini
FKUB Lumajang Gandeng 4 Rumah Sakit, Layanan Kerohanian Pasien Lintas Agama Diperkuat

FKUB Lumajang Gandeng 4 Rumah Sakit, Layanan Kerohanian Pasien Lintas Agama Diperkuat

LUMAJANG, Kabarnusa 24.Com– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang membuat terobosan baru di bidang pelayanan kemanusiaan. FKUB menggandeng empat rumah sakit di Kabupaten Lumajang untuk memperkuat pelayanan kerohanian bagi pasien sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.

 

Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FKUB Kabupaten Lumajang dengan empat rumah sakit, yakni RSUD dr. Haryoto, RSUD Pasirian, RSU Muhammadiyah Lumajang, dan RSNU Permata.

 

Penandatanganan MoU dilakukan Ketua FKUB Kabupaten Lumajang Asir, S.H., M.H., bersama masing-masing direktur rumah sakit. Kegiatan berlangsung di Obyek Wisata Pring-7, Kelurahan Rogotrunan, yang berjarak sekitar 500 meter di sebelah selatan Pendopo Kabupaten Lumajang.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya FKUB memperluas peran dalam ruang sosial dan pelayanan kemanusiaan. Pelayanan kerohanian dipandang penting untuk memberikan dukungan moral dan spiritual kepada pasien selama menjalani perawatan.

 

Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut dirangkai dengan Kemah Moderasi Beragama sekaligus pengukuhan pengurus Forum Perempuan Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) dan Generasi Muda Antar Umat Beragama (Gema Utama) periode 2026–2031.

 

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang.

 

Kemah Moderasi Beragama berlangsung selama dua hari, 2–3 Oktober 2026. Kegiatan itu diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan pemuda lintas agama.

 

Keterlibatan generasi muda lintas agama menjadi bagian penting dalam agenda tersebut. Selain membangun komunikasi antarkelompok, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai toleransi, kebersamaan, dan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

 

Melalui kerja sama dengan empat rumah sakit, FKUB Lumajang tidak hanya membawa gagasan moderasi beragama dalam forum diskusi. Nilai tersebut mulai didorong masuk ke ruang pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

Pelayanan kerohanian bagi pasien lintas agama diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata bahwa keberagaman dapat dikelola melalui kolaborasi dan pelayanan yang inklusif.

 

Dengan langkah tersebut, FKUB Kabupaten Lumajang berupaya menjadikan moderasi beragama bukan sekadar wacana, tetapi hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat berada dalam kondisi membutuhkan pelayanan kesehatan dan dukungan kemanusiaan.( D.S )

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin