Daerah

Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Jadi Kawah Candradimuka Atlet Menuju Popda dan Porprov 2027

3
×

Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Jadi Kawah Candradimuka Atlet Menuju Popda dan Porprov 2027

Sebarkan artikel ini
Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Jadi Kawah Candradimuka Atlet Menuju Popda dan Porprov 2027
oplus_0

Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Jadi Kawah Candradimuka Atlet Menuju Popda dan Porprov 2027

LUMAJANG, kabar nusa24.com— Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis Lumajang 2026 tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Turnamen yang digelar di GOR Wira Bhakti Kabupaten Lumajang itu menjadi bagian penting dari proses penjaringan dan pembinaan atlet untuk dipersiapkan menghadapi sejumlah agenda olahraga tingkat provinsi pada 2027.

 

Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Lumajang, Bukasan, mengatakan Kejurkab merupakan agenda tahunan yang sekaligus menjadi ruang untuk memantau potensi atlet dari berbagai kelompok usia.

 

“Kejuaraan ini bagian dari proses perekrutan dan penjaringan atlet, mulai usia dini hingga veteran. Nantinya kami persiapkan untuk Popda, Kejurprov, maupun Porprov 2027,” kata Bukasan.

 

Menurut dia, pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang. Dalam waktu dekat, sekitar enam atlet akan dikirim untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

 

Kejurkab tahun ini diikuti lebih dari 400 peserta. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak usia dini hingga kategori veteran.

 

Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarklub bulu tangkis di Lumajang. Sedikitnya terdapat 12 klub yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

 

Kategori veteran menjadi salah satu kelompok dengan jumlah peserta terbanyak. Kategori tersebut lebih diarahkan sebagai wadah olahraga rekreasi sekaligus menjaga kebugaran dan silaturahmi para pencinta bulu tangkis.

 

Bukasan menilai penyelenggaraan Kejurkab 2026 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Dukungan tersebut datang dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah institusi, perbankan, hingga sponsor.

 

Sejumlah pihak yang mendukung antara lain Polres Lumajang, Kodim, Bank Jatim, BNI, BCA, BSI, Calvin Project, Dexter, LCC, Kemilang, PG Jatiroto, serta Djarum beserta sejumlah produknya.

 

Dukungan tersebut juga terlihat dari fasilitas pertandingan. Tahun ini, lapangan pertandingan telah menggunakan karpet sehingga dinilai memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan.

 

“Alhamdulillah, tahun ini fasilitasnya semakin baik. Lapangannya sudah menggunakan karpet. Ini tentu menjadi kebanggaan dan memberikan kenyamanan bagi para atlet,” ujar Bukasan.

 

Kejurkab 2026 juga dihadiri sejumlah pejabat Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang. Di antaranya Kapolres Lumajang AKBP Riki, Dandim Lumajang Letkol Anton, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, Wakil Bupati Lumajang Yudha Aji, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Zainul, serta Kepala Dinas Pendidikan Patria.

 

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga, khususnya cabang bulu tangkis di Kabupaten Lumajang.

 

Suasana kejuaraan juga semakin semarak dengan pertandingan ekshibisi yang mempertemukan Kapolres dan Kajari melawan Wakil Bupati serta Dandim Lumajang.

 

Pertandingan ekshibisi tersebut menggunakan sistem satu set dengan skor maksimal 15 poin. Meski bersifat hiburan, laga tersebut mendapat perhatian dari para peserta dan penonton yang hadir di GOR Wira Bhakti.

 

Tiga Periode Memimpin PBSI Lumajang

 

Kejurkab 2026 juga menjadi momentum penting bagi Bukasan. Setelah memimpin PBSI Kabupaten Lumajang selama tiga periode, ia menyebut tahun ini menjadi periode terakhirnya sebagai ketua umum.

 

Meski demikian, ia berharap proses pembinaan atlet yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.

 

“Yang paling penting adalah pembinaan atlet harus terus berjalan. Regenerasi harus dipersiapkan sejak usia dini sehingga Lumajang memiliki atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

 

Ia menjelaskan, terdapat batasan usia yang harus menjadi perhatian dalam pembinaan atlet menuju ajang olahraga pelajar dan Porprov.

 

Untuk Popda, atlet yang dikirim memiliki batas usia maksimal 18 tahun. Sementara untuk Porprov, batas usia maksimal atlet adalah 23 tahun.

 

Karena itu, menurut Bukasan, proses pencarian bibit atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Kejuaraan tingkat kabupaten menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat kemampuan atlet sekaligus menentukan komposisi pemain yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi berikutnya.

 

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 400 atlet, Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari fondasi pembinaan menuju lahirnya atlet-atlet muda Lumajang yang mampu membawa nama daerah di pentas olahraga Jawa Timur hingga tingkat nasional.( D.S )

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin