Daerah

Di Seminar MAPPI, Wamen ATR Tegaskan One Parcel dan One Integrated Land Ecosystem Jadi Masa Depan Tata Kelola Tanah

4
×

Di Seminar MAPPI, Wamen ATR Tegaskan One Parcel dan One Integrated Land Ecosystem Jadi Masa Depan Tata Kelola Tanah

Sebarkan artikel ini
Di Seminar MAPPI, Wamen ATR Tegaskan One Parcel dan One Integrated Land Ecosystem Jadi Masa Depan Tata Kelola Tanah
Dok.ATR/BPN

JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya integrasi data pertanahan sebagai fondasi utama penyelesaian persoalan tata ruang dan pengembangan wilayah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wamen Ossy saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Pertanahan yang diselenggarakan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) secara daring, Kamis (08/10/2026).

Dalam seminar bertajuk “Peran Penilai dalam Solusi Permasalahan Tata Ruang dan Wilayah, Kesenjangan Data Nilai Tanah, dan Kepentingan One Map Policy”, Wamen Ossy mengingatkan bahwa data hak atas tanah, tata ruang, dan nilai tanah masih berjalan sendiri-sendiri dalam sistem yang terpisah.

“Ketika kita memiliki satu peta tanah, kita mengetahui status haknya, kita mengetahui pemanfaatannya, rencana tata ruangnya, infrastrukturnya, serta informasi mengenai nilai tanahnya secara sama. Inilah yang kita sangat harapkan. Dari
One Map menjadi One Parcel, dan kemudian menjadi One Integrated Land Information Ecosystem,” ujar Wamen Ossy.


Di Seminar MAPPI, Wamen ATR Tegaskan One Parcel dan One Integrated Land Ecosystem Jadi Masa Depan Tata Kelola Tanah
Dok.ATR/BPN

Menurutnya, integrasi tersebut mutlak diperlukan karena ketiga data tersebut bertemu pada bidang tanah yang sama. Sementara itu, nilai tanah sangat dinamis dan dapat berubah drastis akibat perubahan aksesibilitas, pembangunan infrastruktur, aktivitas ekonomi, maupun perubahan kebijakan tata ruang.

“Tanahnya tidak berpindah. Luasnya juga tidak berubah. Tetapi, nilai ekonominya dapat berubah secara drastis karena nilai tanah bukan sekadar angka rupiah per meter persegi. Nilai tanah merupakan hasil interaksi lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, tata ruang, aktivitas ekonomi, kepastian hukum, dan lain-lain,” jelas Wamen Ossy.

Dalam konteks tersebut, Wamen ATR/Waka BPN menilai profesi Penilai memiliki peran yang sangat strategis. Dengan dukungan data yang terintegrasi, informasi nilai tanah tidak hanya untuk mengetahui besaran nilai bidang, tetapi juga untuk membaca perkembangan kawasan, melihat dampak pembangunan infrastruktur, dan memahami konsekuensi ekonomi dari sebuah keputusan tata ruang.

“Jangan sampai kita memiliki peta hak yang baik, peta tata ruang yang baik, peta nilai tanah yang baik, tapi ketiganya hidup di dunia yang berbeda, terfragmentasi di sana-sini. Ketika ketiganya dapat terhubung, kita tidak hanya akan mengetahui di mana tanah berada, tetapi juga siapa yang memiliki hak, apa yang dapat dilakukan di atasnya, dan bagaimana nilai ekonominya berkembang,” pungkasnya.

Seminar tersebut turut dihadiri Direktur Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan RI, Erawati, sebagai pembuka acara. Kegiatan ini diikuti peserta dari kementerian/lembaga, anggota MAPPI, dan perwakilan pemerintah daerah.(Rizky Tile)

Penulis

  • Admin

    Profil Pempred kabarnusa24.com

     

    Di Seminar MAPPI, Wamen ATR Tegaskan One Parcel dan One Integrated Land Ecosystem Jadi Masa Depan Tata Kelola Tanah
    Foto: SUHAEB RIZAL M
    PEMIMPIN REDAKSI KABARNUSA24.COM

    Nama: SUHAEB RIZAL M

    Kelahiran : BEKASI

    Tanggal lahir : 23 Oktober 1979

    Nama Media : KABARNUSA24.COM

    PERUSAHAAN : PT. Internusa Media Group

    Jabatan : PEMIMPIN REDAKSI

    Alamat Redaksi : Jl. Pertamina Gas No. 44 Karangbahagia Bekasi

    Email: [email protected]

    Pengalaman Jurnalis : global news, Indometro.id, kabarnusa24.com

    Jenjang Wartawan : KOMPETENSI WARTAWAN MUDA (SERTIPIKAT DEWAN PERS)

    Visi : Mewujudkan Pemberitaan Yang Berimbang dengan Semangat Kemitraan

    Misi:

    1. Membantu Masyarakat Luas dalam dunia informasi On line yang Benar dan Akurat

    2. Membantu Pemerintah dalam Mensosialisasikan Program Kerja dalam Pengawalan Sosial Kontrol

    3. Menciptakan Kondusifitas Nasional melalui media

     

    Moto Pribadi :

    Jujur, benar, berani

    (Kejujuran akan membawamu kepada kebenaran yang pada titik nadirmu berteriak perjuangkan dengan keberanian)

    Semboyan:

    "Penaku bukan penamu, melejit menggema aungkan kepribadian yang mencerdaskan nusantara"

     

     

     

Jurnalist: Dewi Apriatin