Indramayu, kabarnusa24.com
Pekerjaan proyek pengecoran beton jalan desa di Blok Ponpes Nurul Huda, Desa Bojongslawi, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga memiliki sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaannya.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut menggunakan beton ready mix K-250 dengan volume panjang 99 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 0,12 meter. Adapun anggaran yang tercantum sebesar Rp80.294.000.
Namun, berdasarkan temuan awal di lapangan, muncul dugaan ketidaksesuaian pada pekerjaan lapisan dasar maupun ketebalan pengecoran beton.
Material lapisan dasar atau agregat yang terlihat di lokasi diduga menggunakan campuran pasir urug dan kerikil. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
Selain itu, hasil pengukuran pada bagian bekisting atau cetakan beton disebut menunjukkan ketebalan sekitar 0,10 meter. Angka tersebut lebih tipis dibandingkan ketebalan 0,12 meter yang tercantum pada papan informasi proyek.
Jika hasil pengukuran tersebut terbukti mewakili ketebalan akhir beton, terdapat selisih sekitar 0,02 meter atau 2 sentimeter dari ukuran yang direncanakan. Kondisi ini perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian volume pekerjaan dengan spesifikasi dan anggaran yang telah ditetapkan.
Dugaan ketidaksesuaian tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai ketebalan lapisan dasar, volume material yang digunakan, serta mutu hasil pekerjaan. Meski demikian, diperlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat pengurangan volume atau penyimpangan dari rencana anggaran biaya (RAB).
Saat dimintai keterangan terkait pekerjaan tersebut, Kuwu Desa Bojongslawi melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Dulamin disebut belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai dugaan kejanggalan di lapangan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan terperinci dari pihak pemerintah desa mengenai spesifikasi teknis, hasil pengukuran, maupun pelaksanaan anggaran proyek tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka serta melakukan pengecekan teknis terhadap hasil pekerjaan. Langkah tersebut penting untuk memastikan pembangunan jalan desa sesuai spesifikasi, memiliki kualitas yang baik, dan menggunakan anggaran secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kabarnusa24.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Bojongslawi maupun pihak pelaksana proyek guna memberikan penjelasan atas dugaan tersebut.







